BCG – ITB Networking and Dinner

Firstly, thank you so much God for giving me the opportunity to be invited by Boston Consulting Group (BCG) to the dinner. I knew a little bout this great company before, but now, maybe much better. Including on how can we get into BCG, becoming its employee..

Somehow, gue jadi keinggris-inggrisan nih malem ini soalnya selama dinner se-table sama one of BCG’s consultants & associates, sharing ttg banyak hal, sama ekspat dari US namanya Ziv dan ga mau dipanggil mister, sama Kak Yunfia dari TI ITB 2000-something yang ngmgnya juga pake inggris. Anyway, intinya dinner tadi adalah sharing, info, network building session inter and intra ITB and BCG. Presentation about what actually is BCG, what they’re doing in here, what should we do to ‘win’ with BCG and so on. Ultimately interesting! The sharing, somehow depicting how beautiful it is working with BCG as well as depressing since it is a tough competition to become one of BCGers.

Satu hal yang menarik adalah, jarang-jarang nih perusahaan swasta selain yang ada hubungannya sama properti, international NGOs, konsultan planning, atau CSR perusahaan swasta (sebenernya banyak sih yang nulis minta Planologi, tapi ini BCG gituloh hehe) meminta khusus Regional and City Planning, ditulis dengan jelas buat diundang, ya kaya dinner tadi. Gue ngerasa bangga deh hehe. Ziv bilang kalo di BCG, mereka kerja dengan banyak nationalities, background, dan mereka value banget yang namanya thinking process. Bahkan, ada Kak siapa maaf gue lupa namanya, dia Astronomi ITB dan baru aja keterima di BCG tadi juga ikutan present simulation Case Interview. fiuh! Coolnya! Keren sih. Leapnya jauh banget dari ngitung bintang jadi ‘ngitung’ strategi manajemen korporasi.

BCG ternyata juga pernah handle project Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Iyah! A VERY well known the latest master plan for our country’s economic corridor development was also contributed by them. Nggak heran kalo sekarang mereka minta anak planologi buat ikutan sumbang mikir di perusahaan mereka. Cool! Walaupun, disana engineer gak disuruh ngerjain analisis-analisis engineering kaya di kampus. Dan Ziv bilang, the hardest project he ever had is when he had to handle two clients finger pointing to each other, taming two wild lions. Menjinakkan dua perusahaan yang punya goal masing-masing tapi pengen kerjasama. It was not analytical right!?

Ziv juga bilang, BCG itu bukan satu2nya tempat kerja. Walaupun cerita soal betapa sulit kompetisi untuk kerja disitu itu a.k.a depressing, walaupun John Legend si grammy award receiver TERNYATA pernah kerja di BCG tapi terus keluar, tapi toh banyak musician yang juga dapet grammy tanpa harus kerja dulu di BCG kan? Atau Indra yang sekarang CEO PepsiCo International dulu pernah kerja di BCG juga sebelum jadi CEO, most CEO gak karena harus kerja di BCG dulu juga kan, bahkan Jobs, Zuckerberg, Gates pun gak lulus kuliah tapi bisa jadi CEO. BCG bukan satu-satunya jalan.

__________________

 

Jadi pengen ngomongin soal passion nih. Pernah ada yang bilang ke gue kalo passion tuh ga bisa sekali dijawab dengan gampang. Perlu jalan berliku buat bisa jawab itu. Katanya ya. Trus passion gue apa? Gue sih sampe sekarang kalo disuruh jawab cepet adalah, bisa berefek atau berdampak buat orang banyak. Itu passion bukan ya? Tapi ngerasain bahwa kerjaan kita tuh bisa ngubah hidup orang lain tuh rasanya sesuatu gitu. Pengen gitu rasanya suatu saat bisa jadi menteri, dengan power yang gue punya bisa ngubah hidup orang banyak banget seIndonesia. Ga bisa kita elakkan, power bisa ngedukung orang supaya bisa berbuat. Masalahnya, power itu tinggal mau dipake yang bener atau engga kan? Bisa tapi kok tanpa such power like that we make change. Kebiasaan kita dulu diubah, orang-orang di sekitar jangkauan pengaruh kita aja dulu diubah. That’s way easier. Tapi tetep, ngubah hidup orang lebih banyak lagi, itu coooool kan ya.

Dari dinner dan presentasi tadi, dan tau kalo mereka ikut ngerjain MP3EI, kayanya BCG juga bisa nawarin hal itu. Entahlah, tapi selain dari good sallary they offer, they also offer self-development for their employee. Career development is determined by the employee itself. Project yang mereka lakuin juga cocok sama ilmu yang gue pelajarin di kampus. Walaupun gak peduli nanti lo lulusan teknik apa, bahkan Kakak Astronomi ITB itu aja disuru ngerjain project perusahaan telco.

______

 

Balik ke diri kita lagi sendiri-sendiri, kita maunya apa, dunia kita, kita sendiri kan yang gambar? Tinggal Allah kasih kertas gambarnya apa engga nih hehe.. Bismillah deh sambil ikhtiar kaki ini ngelangkahnya kemana..🙂


3 Comments on “BCG – ITB Networking and Dinner”

  1. pemuda says:

    BCG? so you agree that BCG (US company) involve for making our COUNTRY master plan? How can you sure that they don’t involve something for their own benefit and their country? If you joined them, and you couldn’t think anything for your country.. yah, you just become a slave of them. Thank you.

  2. gemasatria says:

    Oh come on.. Don’t be that shallow..

    So u think our country’s people are the sole stakheolders for the plan? In which era are u living today?

  3. Cha Pratiwi says:

    Khairunnas Arfauhumlinnas…
    Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama

    Selama tidak ada yang dirugikan…

    WHY NOT ??
    I agree with you Gema


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s