Reksadana Pertama Gueee!! — Cara-Cara Berinvestasi di Reksadana.

Waktu S1 (cie..), gue sempet ambil kuliah Financial Planning di SBM-ITB yang kerennya udah gak ngerti lagi. Ini kayanya satu-satunya kuliah di ITB yang bisa diaplikasiin secara nyata di kehidupan gue. Karena apa? Kuliah itu, yang bahasa Indo-nya “Perencanaan Keuangan”, lebih ngebahas persoalan keuangan personal terkait ke-BM-an kita (banyak mau) sebagai manusia.

Di kuliah itu (gue pernah ngepost sebelumnya di http://gemasatriams.wordpress.com tentang FP ini yang dosen tamunya bahkan financial planner dan selebriti twitter terkenal Ligwina Hananto @mrshananto), gue disadarin bahwa pemikiran kita buat memenuhi berbagai ke-BM-an kita itu di masa depan akan sulit banget dicapai hanya dengan menabung. Nabung interestnya berapa sih di bank konvensional, palingan cuma 3-4,5%. Sementara itu, inflasi setiap tahunnya membuat harga barang naik 6-11%. Bahkan harga rumah gue aja barusan gue itung sendiri inflasinya mencapai lebih dari 17%. Tabungan kita kegerus sama inflasi? Jelas!

Gambar di bawah ini, gue ambil dari FB Page-nya Commbank yang ngasih ilustrasi kenapa nabung di bank itu susah melawan investasi..

Image

Salah satu cara untuk “menabung dengan pertahanan melawan inflasi” adalah Investasi. Investasi ini tentu aja berbagai macam rupa bentuknya, bisa dari logam mulia (LM), properti, saham, dan yang gue rasa nggak begitu populer (seengganya di lingkungan gue sesama anak muda), reksa dana. Nah, reksa dana ini lah yang akan gue bahas kali ini. (soalnya baru pulang dari Commonwealth beli reksadana pertama nih :”) )

Kenapa sih dari sekian banyak jenis investasi, gue pilih reksa dana? Ya jelas aja, emas kalo mau paling murah tapi optimal palingan beli yang 10 gram, sekarang harganya 5jutaan. Properti, duh, belom mampu deh kayanya. Saham, ini aja minimal beli 1 lot harganya bisa 10 juta sendiri, belom nanti maininnya, gak ngerti. Nah, kalo reksadana, kaya di bank gue, Commonwealth bisa mulai dengan 100 ribu aja. Murah kan!

Image
Kalau bisa ngopi-ngopi 100ribu kenapa nggak bisa investasi?

Reksa dana nih sebenarnya sama aja kaya main berbagai jenis investasi tadi, tapi yang mainin orang lain (disebut Manajer Investasi/MI. Setiap 1 produk reksadana, itu isinya macem-macem. Misal gue beli Reksadana Saham “Otomotif Plus Istimewa (OPI)”, yang isinya Saham PT. Astra, Saham Toyota, Saham Honda, Saham Kymco, sama Saham Hyundai. Jadi otomatis, kalau kita punya reksa dana OPI, si MI ini akan mainin saham yang terdiri dari portfolio (kumpulan berbagai macam) saham-saham tadi itu, dan sekali lagi, MI yang akan mainin saham itu buat kita. Enak kan!

Ilustrasi bermain RD itu mirip sama main saham, kaya quote dibawah ini nih..

Misal kita akan taroh duit 1 juta di RD xyz, uang 1 juta itu akan di convert jadi “Unit Penyertaan” atau UP. (dalam bermain saham, UP = lembar saham, bedanya UP ini udah terdiri dari macem2 lembar saham kaya contoh RD Saham OPI tadi, berarti 1 UP tuh udah consist of lembar sahamnya PT. Astra, Toyota, dst..)

Kalo Harga (istilahnya NAB, Nilai Aktiva Bersih, atau sebut sajalah Harga) 1 UP itu Rp. 1000, maka uang 1 juta tadi akan jadi 1000 UP.

Berkembangnya uang kita ini diperoleh dari naik turunnya harga per UP tadi. Bisa jadi bulan ini 1 UP harganya Rp 1000, buldep Rp 1100, buldepnya lagi turun jadi Rp 900. dst. (yang optimisnya dari bulan ke bulan nilai 1 UP akan terus naik)

Reksa dana sendiri ada 3 jenis yang paling populer: Reksadana Pasar Uang (RDPU), Reksadana Campuran, dan Reksadana Saham (RDS). Apa bedanya, googling sendiri ya, soalnya udah berlimpah artikel yang ngejelasin tentang hal ini. Yang pasti, RDPU itu low-risk, sementara RDS itu high-risk. Dan ingatlah selalu quote ini kalau berinvestasi: High-risk High return Long-term, Low-risk Low return Short-term.

Pendek cerita, gue pilih jenis Reksadana Saham, karena profil resiko gue cenderung agresif (cenderung akan bersikap cukup tenang meskipun ngadepin resiko penurunan nilai saham), dan tujuan akhir gue berinvestasi ini (untuk beli rumah sendiri) masih lama banget kan.

Buat yang mau ngikutin gue untuk investasi di reksadana, gue mau bagi cerita sekaligus tips nih ya (pake framework financial planningnya CommBank):

1. Tentuin dulu tujuan investasinya apa
Kalo konsultasi sama Ligwina Hananto, dia pasti akan nanya paling pertama: Tujuan Lo Apa? (bisa dicek di situsnya dia: qmfinancial.com, bahkan ditulis gede disitu)
Karena meskipun uang kita tumbuh cepat, tapi tanpa arah, kita nggak bakal tau harus berhenti dimana, apakah kita merugi atau sedang untung, dsb. Selain tau mau apa, harus tau juga kondisi keuangan pribadi, jangka waktu dicapainya mau berapa tahun dari sekarang? Kaya misalnya gue nih ya:
-Pengen punya rumah dari uang sendiri
-Kira-kira 8-10 tahun lagi
-Asumsi inflasi 8-10% (ini liat aja di situsnya Bank Indonesia)
-Inginnya return reksadananya punya interest rate 45-50% dari uang yang di-invest (<<–ini agak gila sih, haha, nanti gue adjust lagi lah) (kalo ini ditentuinnya berdasarkan profil resiko, dijelasin di bagian berikutnya)

Data-data di atas harus determined dulu di awal, jadi jelas tuh kita di akhir masa invest kita akan punya uang berapa.

Image

2. Analisa kondisi keuangan (kata chart CommBank diatas)
Ya ini dikira-kira deh. Jangan sampe nih, kita keasikan invest tapi masih punya utang kartu kredit. Mau invest sekenceng apapun kalau masih ada hutang, susah men.
Di bagian ini juga dikira-kira kita mampunya nginvest berapa tiap bulan, atau tiap tahun. Soalnya kalo kita nggak sadar kemampuan, nantinya juga keteter, ujung-ujungnya investasi nggak disiplin, dan lagi-lagi kita kembali ke masa jahiliyah: berfikir bahwa nabung is the simplest and the best way.

Nah disini kita juga perlu tau soal profil resiko yang juga penting. Seenggaknya ada 3 jenis profil investor:
-konservatif
-moderat
-agresif

bedanya apaan? intinya dari atas ke bawah sih anaknya semakin woles sama fluktuasi harga saham/RD. Nah dengan begitu, kira-kira kita tau kan hubunganya antara profil resiko ini sama jenis RD. Kalo konservatif ya cocoknya paling sama RD Pasar Uang soalnya kan low-risk. Masalahnya, kalo orang konservatif dipaksa ikutan RD Saham yang high-risk dan fluktuasinya agak gila, bisa-bisa susah tidur tuh berbulan-bulan kalo ngeliat performa RD Saham yang doi beli merah terus alias negatif selama berbulan-bulan (padahal tren jangka panjang saham kan toh biasanya meningkat).

3. Membuat rencana keuangan
Daritadi sebenarnya kita udah ngelakuin tahap ini sih.

4. CARITAU! Produk reksadana mana yang bakal kita invest/beli?
Eyts, jangan buru-buru ke penjual RD dulu, tentuin dulu mau beli produk RD yang mana. Masalahnya, ada 700an lebih lho produk RD yang bisa dibeli di Indonesia. Reksadana nih ya sekali lagi sama kaya jenis investasi lainnya, rumah misalnya, rumah ada jutaan di Indonesia ini, ga seenaknya kita liat plang “DIJUAL” trus kita beli tu rumah buat investasi kan? Kita musti tau dulu, tu rumah pernah kebanjiran kagak, daerah sekitarnya aman kagak, atau lo liat sampingnya pantai apa bukan, kali-kali 10 taun lagi tu rumah udah kelelep gegara garis pantai yang mundur. hahaha..

Makanya ada quotes lagi (banyak bener nih quote nya ya buat investasi haha), invest your time first before you invest your money. Udah tau profil resiko sama kemampuan berinvestasi, sekarang kita perlu juga caritau mana produk reksadana yang bagus. Seengganya, kalo gue sendiri buat milih produk reksadana tuh berdasarkan kriteria ini:

yang secara historis returnnya/interest rate-nya sesuai sama rencana.

Nah, ini yang paling gampang bisa diliat di http://infovesta.com, di situs itu udah dipampang tuh kinerja pertumbuhan tiap reksadana segala ada deh pokoknya. Sekali lagi, kita harus liat ki-ner-ja. Karena kinerja return ini yang biasanya angkanya dalam bentuk persen, ini yang bisa kita jadikan dasar untuk menghitung pertumbuhan uang kita ke depan. Tapi Dislaimer berlaku nih, kinerja yang terpampang tuh bukan berarti di masa depan akan segitu-segitu juga. Inget, semua investasi ber-resiko, jadi kalau kinerjanya ternyata menurun jangan salahkan infovesta atau blog gue ya hehe.. Seenggaknya informasi kinerja itu bisa jadi patokan awal aja sih buat ngarahin uang kita di invest kemana.

Kalau kira-kita kita udah jatuh cinta sama angka kinerja, coba dicari prospektusnya. Benda apalagi nih prospektus? Prospektus tuh intinya sebuah dokumen reksadana yang biasanya bentuknya udah soft-copy dan bisa didownload yang berisi semua informasi tentang reksadana itu. Mulai dari siapa sih MI-nya (bahkan dari prospektus gue tau yang mainin reksadana gue alumni ITB), terus proporsi penempatan dana kita di taroh di saham perusahaan mana aja (atau di instrumen investasi lainnya apa aja untuk RD Pasar Uang), sejarah awal RD itu terbit, daaan lain sebagainya.

-yang kompetitif dibandingin sama produk lain yang sejenis

misalnya lo bingung nih ada 2-3 produk RD yang lo taksir, abis dari infovesta.com, lo bisa ke situsnya Bloomberg karena disitu kita bisa liat grafik historisnya pake flash keren gitu, trus di-compare sama RD lain yang lo naksir. Bahkan grafik dari RD-RD yang lo taksir tadi bisa di-overlay jadi satu grafik supaya keliatan perbandingan pertumbuhannya. Nih contohnya dibawah ini..

Reksadana - chartpada grafik di atas ini, liat deh biru tua itu BNP Paribas, ungu itu Schroder Dana Istimewa, biru muda itu (gue lupa) kalo gak Manulife ya Mandiri. Lo pada bisa liat ya dari kiri ke kanan yang Manulife punya harganya hampir selalu di atas schorder ama BNP. Nah buat membantu memilih RD mana yang sebaiknya dibeli, CMIIW ya, menurut gue pilihlah yang grafiknya setiap habis turun selalu lekas naik. Atau cari yang grafiknya selalu menanjak naik, kalau bisa ngebalap garis grafik dari RD yang lainnya. Artinya apa, disini harga RD itu gak terlalu penting, tapi sekali lagi kita liat KI-NER-JA. Cari yang persenan kenaikannya tuh tinggi.

Di grafik di atas kita bisa liat sebenernya ketiga RD itu geraknya se-irama ya. Ya barangkali karena tiga-tiganya sejenis: RD Saham. Jangan kaget kalo misalnya lo bandingin antara RD Saham sama RD Pasar Uang misalnya. Jelas RD Saham bakal grafiknya naik lebih cepet daripada RDPU. RDPU harganya kan lebih stabil cenderung lempeng-lempeng aja persenan kenaikannya kecil, tapi… aman, kemungkinan grafiknya turun juga lebih kecil dibanding grafik RD saham yang gradakan gitu (naik turun terus hampir tiap hari)

Buat cari tau juga, bisa nih di googling pake keyword misalnya : peringkat reksadana tahun 2012. Biasanya peringkat RD naik turunnya gak berlebihan sih (AFAIK), tapi coba-coba aja di cek. Dan jangan pesimis dulu juga kalo ternyata RD yang lo taksir ga ada di list.. hehe..

5. Pergi ke penjual reksadana (implementasi)
Sama kaya kita invest di emas, pergilah ke toko emas atau Antam. Atau kalau beli rumah, pergi aja ke sejenis Ray White, Colliers, Era, dkk..

Bedanya, kalau RD ini kita bisa ke dua bentuk agen. Bisa langsung ke MI-nya (yang biasanya bisa kita temuin yang ada namanya sekuritas-sekuritas. Mandiri sekuritas, panin sekuritas, Bahana TCW, Valbury, yang gitu-gitu lah pokoknya), atau bisa juga ke Agen Penjual yang biasanya sih bank. Gatau sih bedanya apa kalo langsung ke MI atau lewat Bank. Tapi setau gue ke MI langsung malah lebih ribet. Karena gini, MI tuh ga pernah megang duit lo, mereka cuman mainin, duit lo itu ditarohnya di bank (disebutnya Bank Kustodian). Banknya khusus lagi pilihannya si MI. Misal lo langsung ke Bahana TCW /sekuritas, bank-nya dia kalo gasalah Deutsche Bank, jadi lo harus transfer ke DB, trus lo faks buktinya, duhh ribet. Sebenernya, agen juga ada yang ribet sih, tergantung layanannya, kaya Bank Mandiri kalo lo mau beli RD harus banget dateng ke banknya, gak bisa beli online, harus isi formulir dst dst.. setau gue loh ya..

Nah kalau gue sih perginya ke agen, namanya Commonwealth Bank. Bank dari aussie ini terkenal buat investasi karena murah, bisa start dari 100ribu/bulan, dan bisa beli reksa dana online via internet bankingnya. (soalnya tadi kan kalau beli langsung di MI katanya sih ribet karena harus ngefaks ini itu, nanti dikirim lewat pos atau pakai kurir lagi. Meh! Ribet.)

Nah, untung aja nih, deket rumah ada Branch CommBank. Gue butuh 2 hari buat bisa invest reksa dana di situ. Kenapa? Karena gue pas hari pertama belom punya NPWP. Aplikasi gue ditolak deh. Jadi pelajaran nih ya buat semuanya, hari gini ternyata kalau mau punya reksa dana harus punya NPWP. Makanya, hari pertama itu gue cuma berhasil buka account tabungan biasa aja di sana. Hari kedua baru deh gue bisa buka reksa dana karena NPWP nya udah ada (btw, NPWP bikinnya ekspress banget! 10 menit doang jadi!)

6. Monitor & Evaluasi
Gih deh download aplikasi bloomberg, kan hp sekarang udah pada Android, iOS, BB, bisa lah ya mantau naik turunnya harga reksadana.  Bisa juga pergi ke situsnya majalah Kontan, lebih enak diliatnya karena sekalian bahasanya yang Indonesia, dia nampilin harga tiap unit reksadana yang punya kita setiap hari dan historisnya dicatet lengkap sama dia. (Y)

Nah pertanyaannya, kalo kita mau “top-up” RD kita gimana tips dan caranya?

Istilah “top up” itu mirip sama kaya kita top up pulsa hape. artinya kita nambah pulsa di nomer hp kita, kalo di RD kita nambah uang di account RD kita.

nah persoalan “top up nya mau berapa” itu terserah kita karena toh masukin uang ke RD itu sama dengan nabung kan? ya kalo punya rejeki lebih misal gajinya naik ya terserah juga mau dipake buat tambaham pos pendidikan anak, atau bahkan pos nongkrong mingguan atau buat pos tabungan?

Ini dia 3 cara invest di RD. Gue lupa sih istilah-istilahnya. Tapi kurang lebih gini:

1. Lump-sum
wicis lo taroh duit gede di awal dan lihat dia berkembang terus mengikuti pasar. Resiko nya, kita beli waktu harga per unitnya lagi tinggi (we call this NAB/Nilai Aktiva Bersih/Harga per Unit). Tapi gue rasa no matter sih.

2. Ngikutin cara main saham
cara ini mesti jeli liat kapan RD harganya naik. Kapan RD turun. Simpelnya, waktu naik bisa kita jual, waktu lagi turun silakan beli. Tapi ini harus disertai kemampuan liat pasar. Masalahnya RD kan nggak kaya saham yang harganya bahkan bisa naik turun tiap menit. Resikonya: salah beli, tau2 belinya pas NAB nya lagi mahal.

3. Dollar Cost Averaging (DCA)
cara paling moderat (dan paling disarankan) buat beli RD dan resikonya (katanya sih) paling minim. Periodically tiap bulan di tanggal tertentu, atau terserah mau setiap apa pokoknya harus di waktu yang kurang lebih sama (misal 2 bulan sekali). Nggak terpengaruh apakah NAB lagi tinggi atau rendah. Karena ketika kita beli pas tinggi, nilainya akan ter-rata-rata-kan. Misal pas kita beli harganya lagi tinggi, agaknya rugi dong ya itu. Tapi bulan depan kita beli lagi pas harga NAB nya rendah. Kerugian kita di bulan lalu tersubsidi kan dengan keuntungan kita di bulan ini (dari harga rendah tadi). Cara bermain RD inilah yang kemudian mendorong adanya fitur Auto Invest/Installment/Debet supaya tiap bulan kita gak usah ribet utak atik internet banking karena otomatis kepotong dari tabungan kita buat beli RD.

Balik lagi, itu pilihan aja sih. Persoalan bakal beda lagi kalo ada istilah Auto Invest atau Auto Installment (atau istilah lainnya), sekali lagi ini HANYA FITUR perbankan aja supaya kita nggak repot2 tiap bulan buka internet banking atau menghubungi bank untuk sekedar top up account RD kita (udah kerasa bedanya antara istilah2 itu?)

____________________

Baiklah, rasanya cukup ya, maaf kalo njelimet dan sotoy. Asli deh gue juga masih newbie banget. Ini juga gue punya reksadana karena pengen realisasiin pengetahuan aja, bahkan gue udah bikinin financial planning-nya asisten dosen gue di kampus dan nyuruh doi ber-reksadana, masa guenya engga sih. hahah. Selain itu, gue juga baru sekali beli reksadana, mudah-mudahan kuat terus berinvestasi dan bulan-bulan seterusnya (sampe rumah gue kebeli aminnnnnn), gue bisa terus ngasih makan reksadana gue itu. hehe..

Kalo ada yang mau request gue jelasin apa gitu, sok mangga ya, kalo ada yang belom jelas juga sok ditanyain..😀


455 Comments on “Reksadana Pertama Gueee!! — Cara-Cara Berinvestasi di Reksadana.”

  1. Aga says:

    gw pikir ud jadi agen commbank lo gem hahaha
    btw artikelnya menarik dan penting banget emg nih bwt ngerencanain masa depan. thx gem!

  2. lamfaro says:

    Halo, salam kenal. Lagi browsing soal reksa dana, eh nyasar ke sini. Tulisannya bermanfaat banget, karena menjelaskan soal reksa dana dengan bahasa yang saya mengerti😀 Makasih ya.

  3. bundaaiq says:

    salam kenal
    terima kasih atas penjelasan ttg RD nya, kebetulan saya juga lagi cari info cara invest RD. dan didaerah saya juga ga adatuch bank y jd agen penjual RD.
    btw, apa RD memang harus rutin perbulan kita beli? biss tlg dijelaskan lebih rinci lg cara beli dan jual RD.

    • gemasatria says:

      salam kenal juga Bunda Aiq, maaf saya balasnya serabutan nih hehe..
      Berinvestasi di RD nggak terbatas hanya di CommBank seperti saya, tapi bisa juga di (yang setau saya) di Bank Mandiri, BNI, dsb.. Atau bunda bisa datang juga ke agen-agen yang belakangnya ada “…sekuritas”

      kalau cara beli silakan liat di artikel yang udah saya post ini, saya coba update lagi biar semuanya sama-sama belajar ya bun🙂

    • maria says:

      hallo bundaaiq salam kenal,
      saya maria ulpa,
      kebetulan saya bisa ngejelasin lebih rinci ke ibu mengenai reksadana,
      ibu blh email ke saya ke mariaulpa.ro@gmail.com
      thx

  4. nashadi says:

    SALAM KENAL…
    makasi ya gan,, dapet penjelasan yg cukup mendetail tentang reksadana… reksadana pertama gue juga mudahan segera terealisasi… hehe..

  5. Mahadi says:

    SALAM KENAL..,
    Terima kasih tulisannya gan, sederhana dan enak dibaca terkhusus pemula kaya gue. Gue jg lagi berencana mau ikutan reksa dana ni gan, cuma masih bingung mau invest brapa. Bisa kasi tau ga gan, system-nya spt apa. Bayar di awal bagusnya berapa, perbulan-nya berapa, potongannya spt apa. Atau ada link referensi mungkin?
    Gmn ni gan cerita setelah 3 bulan ikutan RD?

    • gemasatria says:

      1. Sistem seperti apa: mirip main saham tapi enggak juga. Gue bilang sih lebih mirip nabung tapi return rate nya nggak se-kaku tabungan yang flat dan sangat kecil sekitar 3,5%. di tulisan ini makanya gue bilang. cara menabung yang baik yang berkekuatan melawan inflasi ya dengan investasi (wicis berbagai macam rupa bentuk investasi itu kan) dan salah-satunya ya RD ini.

      2. kalo berapa-berapanya itu:
      -tergantung kemampuan menabung, dan ingat, menabung harus di awal ketika kita punya duit. bukan sisaan konsumsi kita.
      -ini paling penting, kata Ligwina di kuliah waktu itu, Let The Money Works For You. Maksudnya, You harus tau you punya kepinginan apa di masa depan, beli rumah? beli mobil? dst.. Pake contoh misalnya mau beli mobil ya, cara ngitungnya gini:
      a. Cari harga mobil yang lo pengen. Misal Honda Jazz, hari ini hasil googlingan tarohlah harganya Rp 200 Juta
      b. Taroh lah juga lo mau beli mobil itu 5 tahun lagi dari sekarang.
      c. Buka situs penyedia kalkulator inflasi online. Misal di websitenya Ligwina Hananto kalo gak salah ada. Atau bisa pake ini http://www.bls.gov/data/inflation_calculator.htm . di situs barusan gak bisa ngitung inflasi di tahun 2018 (5 tahun dari sekarang). Ya, kurang lebih mungkin sama, (kayanya ya, disclaimer berlaku! haha), pake lah Tahun basenya instead of 2013, pake lah 2008, dan tahun masa depannya 2013 (yang penting jaraknya sama-sama 5 tahun). Klik Calculate!
      d. Kalo angka masa depan dari harga mobil itu udah dapet, dibagi sama 5×12 bulan=60 bulan. Hasilnya adalah cicilan mobil kalo kita nggak pake RD atau tabungan berbunga.
      e. Untuk dapet angka RD, bisa pake kalkulator ini http://www.dudung.net/perhitungan-bunga-kredit-flat-efektif-dan-anuitas.html
      masukin angka dari kalkulator inflasi tadi ke kolom “jumlah pinjaman”, trus bunga per tahun itu bisa dimasukin return si RD nya (maunya RD yang returnnya berapa? cari di infovesta.com), masukin jangka waktu dalam satuan bulan (kalo 5 tahun berarti 60 bulan), pilih perhitungan bunga yang Anuitas. Klik HITUNG!
      f. Hasilnya akan keluar tabel, dan jumlah berapa tiap bulan lo harus masukin RD ada di kolom Angsuran.

      3. Cerita 3 bulan gue ya? Ya gue kan maennya masih pemula, masih dikit juga. Tapi RD saham gue kemarin gokil banget naiknya sampe 10%. Andaikan gue di awal masukin 5 juta aja, wuduh dapet 500ribu deh gue. Sayang account RD saham gue isinya gak segitu. hahaha..

      4. Jangan kebanyakan nanya, langsung eksekusi! The earlier the better.

    • maria says:

      hallo bpk mahadi salam kenal,
      saya maria ulpa,
      kebetulan saya bisa ngejelasin lebih rinci ke bpk mengenai reksadana,
      bpk blh email ke saya ke mariaulpa.ro@gmail.com
      thx

  6. mia says:

    gema gimana cara input data di bloomberg utk compare RD yg kita taksir?tq

    • gemasatria says:

      Kita musti tau dulu kita naksir sama RD yang mana. Catet nama produknya, nanti di bloomberg kan bisa kita search tuh namanya berikut kode internasional RD-nya.

      semoga membantu.🙂

  7. Eno says:

    Salam kenal,

    Many thanks udh share buat aku yg msh awam bgt tp tertarik sm RD.

    Kl boleh share email, mau konsul lg soalnya.

    thx🙂

  8. Heri says:

    Kalo invest di reksadana tiap bulannya harus setor buat invest? Atau sekali doank?
    Mohon pencerahannya ya.. Masih awam banget.
    Makasi

    • gemasatria says:

      Ada 3 cara invest di RD. Gue lupa sih istilah-istilahnya. Tapi kurang lebih gini:

      1. Lump-sum
      wicis lo taroh duit gede di awal dan lihat dia berkembang terus mengikuti pasar. Resiko nya, kita beli waktu harga per unitnya lagi tinggi (we call this NAB/Nilai Aktiva Bersih/Harga per Unit). Tapi gue rasa no matter sih.

      2. Ngikutin cara main saham
      cara ini mesti jeli liat kapan RD harganya naik. Kapan RD turun. Simpelnya, waktu naik bisa kita jual, waktu lagi turun silakan beli. Tapi ini harus disertai kemampuan liat pasar. Masalahnya RD kan nggak kaya saham yang harganya bahkan bisa naik turun tiap menit. Resikonya: salah beli, tau2 belinya pas NAB nya lagi mahal.

      3. Dollar Cost Averaging (DCA)
      cara paling moderat buat beli saham dan resikonya (katanya sih) paling minim. Periodically tiap bulan di tanggal tertentu, atau terserah mau setiap apa pokoknya harus di waktu yang kurang lebih sama (misal 2 bulan sekali). Nggak terpengaruh apakah NAB lagi tinggi atau rendah. Karena ketika kita beli pas tinggi, nilainya akan ter-rata-rata-kan. Misal pas kita beli harganya lagi tinggi, agaknya rugi dong ya itu. Tapi bulan depan kita beli lagi pas harga NAB nya rendah. Kerugian kita di bulan lalu tersubsidi kan dengan keuntungan kita di bulan ini (dari harga rendah tadi).

      Balik lagi, itu pilihan aja sih.😀
      Semoga membantu!

  9. uty says:

    Halo trims infonya ttg RD. Waduh jadi kalau mau beli RD harus ada NPWP ya😦 jadi mahasiswa sptri saya belum bisa main RD ya, belum ada npwp -_-

  10. apri says:

    o,, bikin NPWP tuh bayar gak sih?
    ane udah bikin yg online, disitu ada perintah bwt di print, trus bawa ke perpajakan terdekat…
    lgi males ke warnet bwt print,, he

    anda juga buka rekening tabungan dulu yah, tanpa bisa beli reksadana karna gak ada npwp?
    itu bwt aktifin yg buat beli reksadana gemana caranya setelah punya npwp? ke bank lagi atau bisa online?

    • gemasatria says:

      Enggak bayar kok kalo bikin NPWP mah.

      Setelah punya NPWP, Iya harus ke bank lagi untuk buka account CommInvest (karena hari sebelumnya baru punya account Tabungan aja).

      Jadi baiknya, sebelum ke bank untuk punya account invest, kita punya NPWP dulu aja biar nggak bolak-balik

  11. vina says:

    hai,,terimakasih infonya,,,cukup memberi sedikit gambaran saya mengenai invest RD ini,,
    kalo boleh tau kamu ngambil produk RD apa…dan itu di setor tiap bulan dengan jumlah yang sama begitu?
    maklum, bener2 blank masalah invest ini, tapi lagi bener2 tertarik sebab sedang ketakutan membayangkan bagaimana masa depan saya + keluarga nanti. padahal saya dan suami sama2 berpenghasilan tetap. hanya saja masih memiliki beberapa tanggungan hutang..
    untuk itu saya ingin merencanakan keuangan keluarga dengan tepat. mohon sharingnya yaa..
    untuk invest RD ini, sistemnya itu kita kaya nabung seperti biasa layaknya di bank apa main beli RD trz jual lagi kaya orang pedagang gitu?
    trz untuk jualnya di bank yang kita beli juga kan (semacam Commbank yang kamu bilang itu misalnya)

    • gemasatria says:

      Schroder Dana Istimewa dan Dana Mantap Plus II.

      kenapa dua itu, ngg.. karena cup cup kancing baju aja. *beneran!*

      kalo saya karena belom ada penghasilan tetap (pun ada dibayarnya ga frequent) jadi yaa kalo ada duit beli, kalo ga ada ya mangap. haha..

      soal hutang, ini hutang produktif atau konsumtif? kalo produktif misalnya hutang beli mobil, anggap aja ini jadi pengeluaran rutin bulanan sama kaya bayar listrik.
      masalahnya kalau utangnya konsumtif (misal kartu kredit), ada baiknya selesaikan dulu sajalah sebelum berinvestasi. setelah lunas, gunting kartu kredit kamu. kalau mau tetap berkartu kredit, ya asal yakin at the end of the month you have the exact amount of money you should pay it back.

      kalo sistem, dan pertanyaannya cuma ngasih 2 pilihan apakah seperti nabung atau berdagang. I would say: kaya orang dagang.
      karena misal kita akan taroh duit 1 juta di RD xyz, uang 1 juta itu akan di convert jadi “Unit Penyertaan” atau UP. Kalo Harga (istilahnya NAB, Nilai Aktiva Bersih, atau sebut sajalah Harga) 1 UP itu Rp. 1000, maka uang 1 juta tadi akan jadi 1000 UP. Berkembangnya uang kita ini diperoleh dari naik turunnya harga per UP tadi. Bisa jadi bulan ini 1 UP harganya Rp 1000, buldep Rp 1100, buldepnya lagi turun jadi Rp 900. dst. Kalo you merasa duit you udah berkembang sampai di titik yang you pengen, ya jual aja tuh UP. Kaya orang dagang kan?

      *baca komen2 sebelumnya deh, ada saya udah nulis apakah harus frequently bulanan, atau enggak, itu pilihan.

      • vina says:

        oya, ada ga kemungkinan dana kita dilarikan oleh MI ato yg lainnya,, ato saat kita beli ga di debet kan di rek qt ato saat jual misal,,jg ga dcairkan di rek qt???

      • gemasatria says:

        @Vina dana dilarikan oleh MI ya? hmm belom pernah denger sih. Kalo bisa cari MI yang udah ternama aja biar aman🙂
        soal pertanyaan yang kedua, sejauh ini saya itu berhubungan dengan MI diperantarai oleh CommBank. Jadi saya beri perintah (via internet banking) pada CommBank untuk membelikan RD dengan uang sejumlah yang saya titipkan itu ke MI. Begitupun ketika saya ingin jual RD saya, saya beri perintah ke CommBank untuk menarik uang saya yang dimainkan oleh MI tersebut. Sejauh ini lancar-lancar aja sih.

  12. Hery Januar says:

    Ada aturan baru Mulai 25 Maret Pembelian awal Produk RD harus dateng ke Commbank, top up baru bisa dilakukan online.

  13. Ini sangat helpful, Kak Gema. Gue bookmark ya.

  14. tese says:

    test modererator

  15. saya masih penasaran kenapa anda memilih produk RD: Schroder Dana Istimewa dan Dana Mantap Plus II.???

    apakah karena kebetulan kedua produk RD tersebut konstudiannya adalah commbank?

    saya mau minta pendapat soal RD dari panin: http://www.panin-am.co.id/PaninDanaMaksimaPerf.aspx
    apa bedanya dengan Schroder?

    • esther says:

      saya bantu ajwab ya, panin itu masuk awalnya mahalllll 25 jt, baru dr panin sekuritas -,-, buat pemula kok masih ragu saya klo panin.. walaupunb kinerja nya mantap/

      • gemasatria says:

        Bank kostudian dari kedua RD yang saya punya itu Deutsche-Bank, Pak Tris. harap dibedakan, bahwa CommBank hanya membantu menjualkan saja layaknya supermarket.

        pertanyaan kedua, terimakasih telah dibantu oleh @esther🙂

        Salam.

    • maria says:

      hallo trisbatualam,
      perkenalkan nama sya maria,
      saya jawab ya untuk pertanyaan km,
      maaf esther jawaban km saya ralat,
      panin-am.co.id (panin asset management) bukan panin sekuritas
      hanya dengan 250rb sudah bisa beli RD kok,
      bedanya panin dana maksima dengan schroder, panin dana maksima adalah salah satu produk dr panin asset management,

      klo kurang jelas, bisa hubungi saya di mariaulpa.ro@gmail.com

      kebetulan saya RO di panin asset management, siapa tau bisa nge jawab semua pertanyaan yang masih blm di mengerti.
      thx

  16. Nami says:

    Gimana masalah fee-nya kalo kita beli rd d commbank itu? Apakah dipotong waktu kita jual lagi, atau ada biaya bulanannya, atau fee dibayar dimuka (dipotong ketika pembelian)?

    • gemasatria says:

      tiap RD punya ketentuannya masing-masing mbak Nami, ada yang fee-belinya gratis, ada juga yang fee-jualnya gratis.

      tapi sepengetahuan saya,

      fee-beli langsung dipotong dari uang yang kita ajukan ketika membeli RD. Sementara fee-jual juga demikian, dipotong dari pencairan uang.

  17. agung says:

    Salam kenal.
    Makasih tulisannya mas satria, dan selamat bergabung di strong midle class indonesia. gue mau sharing pengalaman invest rutin reksadana. gue sdh mulai invest tahun 2007, di bank mandiri sebelum zaman auto debet, jadi tiap bulan harus datang ke kantor bank. sekarang sih sdh ada program auto debet. tujuan gue untuk pensiun tahun 2023. hasilnya lumayan, meskipun harus melewati masa-masa sulit akhir tahun 2008. bayangin aja, pada awal 2008 NABnya sudah 12.000, eee pada awal 2009 tinggal 6.000 (reksadananya SDPP). tapi gue mah tutup mata, nggak tertarik utk ngambil, pokoknya beli terus rutin sebulan sekali. alhamdulillah sekarang NAB nya sudah 26.000 an. Jadi kalau di hitung hitung modal total yang sudah saya setorkan selama 6 tahun (nyicil rutin setiap bulan) sekitar 130 juta, nilai sekarang sekitar 450 juta, sekitar 3 kali lipat setelah 6 tahun, ya nggak jelek jelek amat. kalau bisa invest rutinnya sekitar 10-20 % gaji. Tahun 2007 gue awalin dengan 1 jt/bln, kalau gaji naik ikut dinaikin juga tuh invest rutinnya. setelah 6 tahun kemarin saya evaluasi, kayaknya SDPP mulai lambat, gue pindahin ke SD Istimewa, sama dg mas satria. target sih pensiun tahun 2023 jadi 5-10 milyar, doain ya.

    • Pepen says:

      Wow 5-10 M , mnggiurkan dri apa yg sudah dikorbankan,hehehehe,pasang kacamara kuda yaa om agung🙂
      Btw main RD itu bsa mnghabiskan uang kita tdk? Apa justru sbaliknya??
      #asknewbie

    • gemasatria says:

      Wow, Mas Agung ini ceritanya inspiring sekali, buat saya yang pemula pun jadi semangat🙂 Terimakasih sudah mewarnai blog saya. Salam!

  18. Alvin says:

    mas gema, kalo boleh saya request step by stepnya ngajuin reksadana di comwealth bank itu gimana? beserta produk yang dipilih mas gema yang mana biar saya ada patokan

    klo aboleh tau lasan mas gema memilih bank comwealth kenapa ya? kan ada beberapa bank lokal yg nawarin reksadana juga. terima kasih sebelumnya blognya. sangat bermanfaat🙂

    Salam hangat dari calon pemula

    • gemasatria says:

      step by step sama aja kaya mau buka rekening bank kok mas Alvin🙂 sama sekali nggak repot kecuali harus ngurus NPWP nya itu..

      kalau kenapa harus CommBank, itu karena sependangaran saya aja bahwa pelayanan di commbank dalam hal RD ini sangat simpel tidak rumit dan praktis. selain itu sebagai “supermarket” RD commbank menyediakan banyak sekali pilihan RD dari mulai yang syariah hingga yang RD konvensional. dari RD saham hingga RD pasar uang.

      selamat berinvestasi, mas Alvin!🙂

  19. rere says:

    Keren banget artikelnya !
    Ak juga baru mulai bikin finplan,
    Udah menyusun finplan, uda bikin ‘TujuanLoApa’
    Abis baca artikel yg sungguh-amat-sangat-mudah-dinalaaarr ini ,,
    Masih perlu step , ‘belajar n naksir RD apaan’ kalo uda, baru deh, mau ke commbank juga,
    Hihi.. Thx yaaa infonyaa..

  20. Taufik rahman says:

    Saya tadinya mau investasi di reksadana tapi berhubung tidak punya NPWP jadi saya urungkan niat itu,yang ingin saya tanyakan,ada ga reksadana yang tidak harus pake NPWP ?

    • januar says:

      ane baru mulai reksadana bulan lalu tepatnya 16 mei, di sekuritas mnc. ane ga punya npwp tapi tetep bisa buka disana. cuma memang harus bikin surat pernyataan dan menggunakan materai dll. tapi langsung kelar kok, kebetulan sales agennya itu temen ane😀

      rencana mo buka di commonwealth, tapi setelah liat info di atas harus ada npwp ya. ane freelancer, jadi ga punya npwp. mungkin harus bikin dulu x ya, walopun agak jauh ke tempat pajaknya -__-

      sekedar info tambahan sebaiknya buat diversifikasi investasi, baik dalam bentuk lainnya seperti emas, deposito, reksadana (ini jg harus dipisah2 jgn ditaruh di dalam satu keranjang), property or saham kalo berminat.

      keep smart and keep on investing guys🙂

  21. Abie Rachman says:

    Sangat membantu sekali kakak inpohnya so nice :)) Kebetulan ane baru dapet dana segar dari ayah n’ bingung mau diapain dananya agar tidak cepat habis, jadi ane kepikiran untuk berinvest di produk RD tp sayang ane masih nubie jadi bingung mau mulai dari mana dan bagaimana. Ada rasa takut juga sih klo nanti berinvestasi, takut resikonya gede yg ada bukannya bertambah tp malah berkurang ;'(
    Mohon pencerahannya ya kakak

    • gemasatria says:

      Wah selamat dong baru dapet duit dari bokap hehe..

      bukannya nakut-nakutin, tapi memang yang namanya berinvestasi pasti ada resikonya, saran saya: antepin aja insya Allah berkembang kok.

  22. Luvi says:

    Hiii…
    Ane nubie, baru buka RD di Commbank 7 Juni lalu…
    Jadi terinspiratif baca tulisan2 mas Satria, banyak info dan sharing pengalamannya lagi mas hehehe….
    Thanks buat mas Gemasatria atas forum ini…

  23. andri says:

    mas gema, buat RD mas gema ambil produk apa???

  24. arif.babylon@gmail.com says:

    mas, gema untuk cara menjual RD bagaimana cara nya ya ?

    • gemasatria says:

      menurut pengalaman saya saja ya di CommBank,

      karena segala aktivitas jual beli RD di bank tsb dilakukan via internet banking, saya tinggal klik-klik saja aplikasi internet bankin yang dikasih trus tunggu waktu pencairan, dan voila, uang di RD cair dan masuk ke rekening bank kita🙂

  25. refa says:

    Halo..
    Mo nanya..aq baru buka RD di commbank. Kalo mo ngecek produk yg udah kita beli pake commaccess, klik apa ya???kok pake comminvest gak muncul..Trus satu lagi, butuh waktu berapa lama untuk tau produk yg kita beli menguntungkan ato tidak. Tengkiyu infonya…

    • gemasatria says:

      udah berhasil logged in kan? ya coba aja buka tab comminvest account disitu biasanya tertera RD-RD yang udah kita beli..

      untuk tau menguntungkan ya?
      hmm coba balik lagi deh, ke artikel ini.
      Long term High Risk High Return dan begitupun sebaliknya🙂

  26. ayunita says:

    kalo top up itu untuk produk yang sama atau beda sih? kayak mas agung yg awalnya invest 1jt/bln terus kl naek gaji invest rutinnya dinaikin, nah itu untuk produk yang sama atau beda??

    thx.

    • heryjanuar says:

      Mumpung Bursa lg anjlok segera beli /topup reksadana anda, bulan juni kemaren saya sampai 3x topup dalam sebulan (schroder saham equity 90+ & schroder campuran syariah).

      • gemasatria says:

        @hery mantap!

        @ayunita Istilah “top up” itu mirip sama kaya kita top up pulsa hape. artinya kita nambah pulsa di nomer hp kita, kalo di RD kita nambah uang di account RD kita.

        nah persoalan top up nya mau berapa itu terserah kita karena toh masukin uang ke RD itu sama dengan nabung kan? ya kalo punya rejeki lebih such as kata mbak ayunita ini gajinya naik ya terserah juga mau dipake buat tambaham pos pendidikan anak, atau bahkan pos nongkrong mingguan atau buat pos tabungan?🙂

        persoalan beda lagi kalo ada istilah Auto Invest atau Auto Installment (atau istilah lainnya), ini HANYA FITUR perbankan aja supaya kita nggak repot2 tiap bulan buka internet banking atau menghubungi bank untuk sekedar top up account RD kita (udah kerasa bedanya antara istilah2 itu?)

  27. nopan says:

    reksadana saham saya ngendon 1 tahun di report bulanannya sudah naik skitar 26% dari awal saya beli. tapi itu report bulan mei, gak tau kalo sekarang. klo lewat commnank bisa via ATM top up-nya?

    • gemasatria says:

      WOW gede banget 26%! Selamat dulu btw, boleh dibisikin nggak RD Sahamnya apa hehe..

      Wah kurang tau saya mas nopan, kalo selama ini saya top-up RD via internet banking aja tuh yang disediain sama CommBank

  28. anglir says:

    Wah untung gw baca post ini dulu. Tadinya hari ini mau ke commonwealth, mau buka RD. Ternyata harus punya npwp dulu. Gw rubah haluan dl kalo gt, pergi ke kantor pajak. Thanks ya

    • gemasatria says:

      hahah, senang bisa membantu.

      tapi Anglir, belum ada sebulan baru2 ini saya nganter temen buka account RD di CommBank Bandung ternyata nggak perlu NPWP. Beda policy tiap branch mungkin ya?

      Goodluck

  29. rubiyanto says:

    Kak, saya mau tanya, kalo mau buka RD di CommBank itu pihak Banknya membantu menjelaskan tentang cara main RDnya ga? Trus min pembukaan rek nya brp utk membuka RD?

    • gemasatria says:

      oh ya tentu dong dia juga bantu menjelaskan. pendapat pribadi, saya rasa juga CommBank itu bank yang produk2nya fokus ke investasi kita-kita dan sesuai sama ajaran financial planning di bangku kuliah.🙂 Good luck!

      buka account tabungan di Commbank standar lah minimal 500ribu. selanjutnya kalo untuk beli RD, itu tergantung RD mana yang mau kita beli, variasinya ada yang minimal 100ribu sampe 1 juta kalo nggak salah. pilihan kita ke RD yang mana? ya tergantung kemampuan kita aja.

  30. kakbayu says:

    kalau di mandiri kan bisa pakai installment plan, kita tiap bulan tinggal setor uang aja ke mandiri dan auto debet untuk dibelikan reksadana selama dana kita cukup.
    Kalau main online di Danareksa, khusus reksadana produk2 Danareksa Investment Management.

  31. spidertux says:

    Wah, penjelasannya cukup mudah d mengerti kok. Salam kenal.

  32. lingling says:

    Aku barusan ke KPP mau bikin npwp. krn waktu isi form yg kolom pekerjaan ga aku isi. Permohonan aku ditolak karena belum punya penghasilan. T.T

  33. Sangat bagus artikelnya masbro! Saya juga baru newbie di RD dan jadi nambah ilmu lagi setelah baca blog agan. Sukses yah gan >.< he he he

    Saya ijin copy link laman ini di blog saya yah gan buat knowledge untuk temen-temen saya juga🙂 he he he.GBU

  34. wijayanto says:

    makasih banget ndak, kau telah melepaskan kegalauan hatiku. siang ini ane langsung tancep dah ke bank. mau tanya pernah ngebandingin dengan produk dana reksa g ?

  35. heryjanuar says:

    Ayoo…buruan mumpung bursa lagi turun, sisihkan THR buat beli/Topup Reksadana

  36. deki says:

    hallo salam kenal gan,,, wah searching nyasar ke sini ,, mo nanya dikit nih,, kl misalnya kita beli RD secara bertahap, misal 200 rb/ bulan berarti sifatnya komulatif kan gan,, artinya kl bulan ini harganya X maka bulan depan harganya y, jadi dibagi per 200 ribu berapa kita dapetkan ya, artinya UP yang kita punya x=y yah???

    • gemasatria says:

      Gimana2? Nggak ngerti rumus kamu. Ya kalo nabungnya 200rb/bln.. jumlah up bulan ini yg diperoleh ga akan sama sama jumlah up bulan depan kalau harga x tidak sama dengan harga y. Kecuali, NAB=X=Y=1000, up yg diterima bulan ini = bulan depan = 200ribu dibagi 1000 = 200 UP.

      • deki says:

        misal gini gan,, duit 200 rb nih,, kl bulan ini harganya = 1000 so kita dapet 200 up kan kalo bulan depan harganya naik nih jadi 1500 nah kita beli lagi 200 rb maka kita dapet 133 ya kan,, jadi total yang kita dapet itu 333,, bener gitu kan ngitung sederhananya kan??

      • deki says:

        misal gini gan,, duit 200 rb nih,, kl bulan ini harganya = 1000 so kita dapet 200 up kan kalo bulan depan harganya naik nih jadi 1500 nah kita beli lagi 200 rb maka kita dapet 133 ya kan,, jadi total yang kita dapet itu 433,, bener gitu kan ngitung sederhananya kan??

  37. Bramioz says:

    Bro Gema yang terhormat,,ahay…Thanks bgt…
    Kalo mau beli reksadana di comm apa harus buka tab dulu?
    Cara liat waktu pembelian RD pada saat waktu turun gimana ya?
    comm bank kuat sihh tp ane di daerah jateng, ada ga ya?

  38. aditya says:

    duh bang bro ane minat bgt invest RD tp ane tinggal di daerah yg kagak ada bank yg menyediakan RD…
    mhn pencegahannya bang bro…???

  39. esther says:

    bro, mau nanya nih.. kan td bro ambil RD Schroder Dana Istimewa, itu minimal top up per bulan berapa ya?? terus maksudnya mulai 100 rb itu untuk smua RD yang ada di comm bank bisa mulai dari 100rb, ato beberapa saja yang bisa mulai dari 100 rb ? trimakasih mas bro

    • gemasatria says:

      Esther, itu tergantung policy bank. Silakan langsung ditanya aja ke sana konsultasi. Atau buka situsnya.

      • esther says:

        saya sudah buka situs comm bank bro gema, tapi bingung lihatnya untuk investasi awal dimana ya? takutnya begitu datang ke comm bank invest awal mulai dari pul-pul jut… haha… klo boleh tau yg bro gema ambil itu SDI, mulai dari berapa? invest awal dan top up nya

  40. esther says:

    saya rencana cuma mau ambil SDI< searching2 d google ada yang bilang dari 200-500, ada juga yg bilang puluhan juta bingung , hehehe

  41. baby says:

    dear Gema,

    Tulisannya enak dibaca,bukannya saya ga mau belajar dan susah, tp gema sendiri pilih MI nya apa?hehehe,nyontek boleh ga *bad habit bgt deh..

  42. bramioz says:

    Dear Bang bro Gema,,
    Thanks sudah sharing main RD lewat manajer investasi, Hanya sedikit saran Schoroders dana istimewa bagus sub feenya nol % pagi ini saya coba top up 150rb bisa kok(Hari ini sedikit turun makanya top up), untuk MI yang lain saya ambil BNP Paribas supaya ada perbandingan kinerja MI antara BNP dan Schroders, gara2 bro Gema saya jadi belajar investasi lewat MI, sekarang semakin nafsu belajar dan hari ini saya beli saham aja sendiri biar untungnya gede pertama baca di blog ini http://www.parahita.wordpress.com terus belajar lagi ke plaza bank mandiri kebetulan ada pelatihan saham..trial and eror bondo nekat dengan analisa sedikit akhirnya beli saham deh,,,inceran selanjutnya saham air asia mau IPO di Indonesia alias mau jadi TBK…thanks bang bro…

  43. bramioz says:

    Dear all saya kopi dr kontan,
    boleh dilirik dan di baca buat trend milih RD ke depan ini saya kopi tgl 14/08/’13

    JAKARTA. Pergerakan indeks saham lokal dan rupiah masih fluktuatif. Dua instrumen itu masih digoyang oleh berbagai sentimen. Lantas, dengan kondisi seperti ini, bagaimana strategi untuk memilah reksadana mana yang perlu dilirik atau bahkan dihindari?

    Analis Sucorinvest Asset Management, Jemmy Paul mengatakan, sebenarnya dengan penguatan dollar seperti ini maka reksadana yang bagus adalah reksadana dengan underlying dollar. “Tapi, reksadana dengan tenor pendek, sekitar satu atau dua bulan” imbuhnya, Rabu (14/9).

    Pasalnya, lanjut Jemmy, secara yield, reksadana kita sudah menyentuh bottom. Namun, yang perlu diingat, resiko pelemahan rupiah masih ada. Dia juga menjelaskan, kalau indeks saham maupun obligasi berbalik naik, meski masih ada resiko pelemahan rupiah, maka reksadana tenor jangka pendek tetap akan naik.

    Sementara, jika bicara mengenai sektoral, reksadana khusus seperti komoditas dan infrastruktur boleh dilirik. Soalnya, meski rupiah sedang melemah, sentimen terkait infrastruktur dan permintaan komoditas mulai positif.

    “Tapi sebenarnya, yang paling penting itu cari reksadana yang punya beta rendah dan alpha tinggi. Ini agak susah melihatnya, tapi bisa dilihat dari track record -nya terutama saham-saham yang punya potensi kenaikan,” jelas Jemmy.

    Jemmy juga menguraikan, jika berbicara masalah produk seperti reksadana terproteksi atau fixed income, itu kembali lagi soal profil resiko masing-masing investor. Kalau berani ambil resiko, investor bisa melirik reksadana saham mengingat saat ini saham sedang murah. Tapi jika ingin konservatif maka pilihlah fixed income khususnya yang memiliki underlying obligasi pemerintah.

    Dia beralasan, yield maturity bonds pemerintah sudah sebesar 7%-8%. Angka ini lebih tinggi dibanding produk reksadana yang lain. “Jadi, secara fundamental government bonds sudah cukup murah,” pungkas Jemmy.

    Sementara Wendy Isnandar, Direktur Manajemen Investasi, beberapa waktu lalu pernah mengatakan jika reksadana yang bagus adalah reksadana khusus yang berbasis konsumer. Valuasi sektor konsumer memang tinggi tapi memang sudah seharusnya seperti itu.

    Sektor infrastruktur dan konstruksi juga boleh dilirik. “Tapi, masalah shifting portofolio itu rahasia perusahaan dong,” pungkasnya sambil tersenyum.

    jadi coba cari RD yang mainin di saham consumer(cth unilever tbk dll), infrastruktur sama komoditas yaaa,,,saran aja sih,
    kalo mau mainin RD yang di perbankan kayanya stagnant tp ga tau deh analisanya semua tergantung sentimen pasar juga banyak faktor yang lainnya…

    kalo dah ambil RD jangan lupa di monitor ya daily returnnya,,analisa aja biar kalo udah nyentuh bottom line buru2 switch…

    Thanks Bro Gema kebetulan saya kuliah di tetangga, beda P sama T,,,,,kalo bro gema Bandung saya Bogor,,,,

  44. iis iswatun h says:

    bang gema kebetulan saya udh punya npwp dikasih pas lulus smk, sekarang masih kuliah semester 5, apa npwp itu masih bisa berlaku kl saya buka account d commbank?
    trus kl mau top up bulan berikutnya, apa bisa beli RD yg berbeda kan dr RD pas kita awal buka account?

  45. Ken says:

    wah nais inpo gan!!
    Kebetulan gua juga lg mo nyoba2 RD, terus lu disini jelasin dengan bahasa “gue-elu”. Jadi nya gua lebih ngerti lagi
    hehehehehe

    thx bos

  46. Rini says:

    mau tanya, npwp-nya harus bawa kartu npwp? soalnya saya sudah daftar online, tapi blm ke KPP buat urus kartunya

  47. reren says:

    bagaimana perbandingan jika bermain RD spt di betonmarket.com, tanpa harus repot2 ke bank dan urus npwp. thx

    • heryjanuar says:

      Ribet diawal untuk keamanan Investasi kita gak apa2 kan. Dari pada Investasi ditempat yg gak jelas & gak bisa dipertanggung jawabkan

  48. iis iswatun h says:

    bang mau nanya lg nih
    sekarang kan rupiah lg melemah bgt ya, menurut lu reksa dana itu investasi yg pas bukan si disaat rupiah melemah?
    trus bedanya reksa dana yg syariah,dollar, etf(kl ga salah) itu apa ya?
    makasih bang sebelumnya

    • gemasatria says:

      1. Wah kurang tau ya saya. 2. Syariah ya dia mainnya pake prinsi syariah (googling aja apa beda prinsip pasar modal syariah dan konvensional). Etf saya belom ngerti betul tp sy rasa di google jg pasti ketemu.

  49. reren says:

    bro gemas… hehe tanya nih. kalo kita sdh nentuin MI, semestinya sdh di maintenance sm mereka kan ya? contoh schroders yg membantu jual /beli RD, kita tinggal terima profit nya aj? trs ditransfer langsung ke commbank, Apa profit sesuai dgn biaya2 dr awal sampe bea admin di commbank tsb? alias krn byk nya pungutan profit kita habis yg ada malah rugi. thanks

    • gemasatria says:

      Nah, kalo biaya2 ini tuh tergantung produknya, Beberapa produknya Schroders akan gratis biaya jual kalo nggak pernah jual RD selama 6 bulan (kalo gasalah ya). Kalo kurang dari 6 bulan udah diambil duitnya nanti kena potongan. Biasanya gitu sih.

  50. Gemaaa, hebat ih masih muda udah mikirin jangka panjang.
    Aku jg ambil RD dibank yang sama, udah hampir setahunan ini lah. Tapi baca penjelasan disini jadi tambah mudeng.. TFS🙂

  51. fina says:

    Nice article Mas Gema.. sangat membantu para newbie..

    Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara membaca kinerja berbagai jenis reksadana di invofesta.com itu.. Saya awam, dan ga paham sama sekali…

    Apa yang perlu kita perhatikan? apakah perlu mencari jenis reksadana yang ga punya “rapor nilai merah” atau gimana? kolom 1 hari-1 bulan-1 tahun-3 tahun itu menunjukkan nilai apa sih?

    Thanks before..

    • gemasatria says:

      Cara baca infovesta ya? Itu angka persen2an, makin gede persennya berarti makin gede returnnya. Walaupun nggak sama, tapi bayangin aja kaya bunga tabungan di bank, makin gede berarti investasi makin gede juga ngembangnya.

      kalo 1 taun 3 taun dst itu nunjukin aja dalam 1 tahun dia ngasih return sekian persen, kalo didiemin 3 taun dia ngasihnya sekian.

      tapi inget ya, itu infovesta tuh data dari masa yang lalu, artinya 1 tahun ke depan atau 3 tahun ke depan nggak akan selalu kaya gitu kinerjanya. Intinya infovesta boleh diliat buat gambaran aja kalo di masa lalu dia ngasih return sekian persen.

  52. firmansyah says:

    salam kenal gans..
    keren banget postingan nya soal reksadana..
    gw jadi minat nih..
    hehhee

  53. Indri says:

    You awesome…artikelnya keren dan mudah di cerna buat para newbie, seperti saya, semoga bisa cuzz langsung action beli reksadana saham yaaa…cheers

  54. Indira says:

    Salam kenal Mas Gema, your article is so inspiring!
    Saya jadi pengen ikutan RDan ke Commbank nih…pengen spy anak bisa sekolah tinggi.
    Sorry kalau mungkin sudah ada yang sempat nanya krn saya ga baca semua commentnya…
    Berapa dana awal investasi perbulannya supaya return dalam wkt 10th bisa bagus….rencananya supaya ada dana untuk kuliah anak….thanks mas Gema

    • gemasatria says:

      mbak indira segeralah googling calculator investasi, setau saya di situsnya Ligwina Hananto / QM Financial sama di situs commbank ada tuh kalkulator online nya. Cobain aja.

  55. Kmrn ane br ikut RD yg pasar uang di Mandiri, tp ga perlu NPWP kq…
    Cuma yg ane msh bingung, bukti kepemilikan/keikutsertaan yg berisi total portofolio atau banyaknya uang yg ada di RD kita apa dan bs diliat di mana ya..?
    Klo agan kan bs online tuh…
    Sedangkan di Mandiri blm bs..
    Kebetulan kmrn ane buru-buru krn ada tugas di kampus, jd ga sempat tanya-tanya..
    Hehee…

    • Budi says:

      Nanti akan dikirim print out pembelian RD dari bank kustodian..tunggu sj, pnyaku kemarin 2minggu sdh sampe.
      Info,sy beli RD di commbank tidak hrs pake npwp bisa tuh..

  56. florida sitepu says:

    tulisannya mudah dicerna, tq mas Gema

  57. Ricky says:

    Besok Jumat saya langsung ke Commonwealth Bank di Sudirman, Wisma Metropolitan 2, Kav. 29-31… Tq gan pencerahannya.

  58. mila says:

    berminat nih setelah baca2, buat pendidikan anak. .tp se dikit yg jd ganjalan nih. hukumnya apa ya dlm islam kl ikutan RD? ada yg basisnya syariah gk ya? thanks infonya.

  59. priyono says:

    terimakasih artikelnya bagus sekali, jujur masih awam banget dengan ulasan diatas, tapi menarik bisa membaca tulisan anda dan mudah dimengerti, saya ingin ke reksadana saham misalnya, untuk menentukan target saham tadi gimana caranya, apakah kita sudah mengetahui sebelumnya dengan mempelajari dengan search sbelumnya, atau akan dijelaskan oleh menejer investasi ketika kita berada di commbank mengenai saham apa saja yang baiknya kita ambil? soalnya reksadana saham yang akan kita tuju atau tentukan kan banyak, kita juga gk tau. mungkin bisa anda ceritakan juga ketika anda mengambil OPI yang terdiri dari saham-saham seperti astra dan toyota,…mohon pencerahannya terimaksih
    salam masa depan🙂

    • gemasatria says:

      1. Target nilai return kali ya maksudnya? Ini udah saya terangin gimana cara ngitungnya, sok mangga dibaca lagi. Atau tanya aja ama petugas bank, pasti dia juga punya kalkulator investasi
      2. Reksadana OPI di contoh itu cuman rekaan saya aja buat ilustrasi, nggak beneran ada. Itu buat nunjukkin kalo RD Saham OPI yang misal isinya 5 perusahaan (misal perusahaan 1, 2, 3, 4, 5), duit lo yang lo kasih ke RD Saham OPI itu bakal di bagi2 ke kelima perusahaan tadi itu. Nanti NAB bakal harganya naik turun sesuai kinerja saham si 5 perusahaan tadi.

  60. Nelwan says:

    kang gema,
    1. mohon langkah2 nya dong buat bisa liat kurva pergrekan saham nya. misalkan pergrekan astra international.
    2. sama tips and trick buat pilih saham2 mana yg cocok buat para newbie. (biar gak asal pilih)

    mohon bimbinganya ya kang gema. aku mau buka RD saham sama RD pendapatan tetap tapi lagi cari2 info dulu biar mateng dan ga menyesal nantinya. heheh…

    Regards

    Nelwan

    • gemasatria says:

      1. Wah, kalo beli RD tuh satuannya NAB atau harga per unit RD. Bukan lembar saham. Beda lho RD sama Saham. Coba cek contoh RD OPI (Otomotif Plus Istimewa) yang saya tulis di blog saya ini, paling kalo mau liat saham perusahaannya ya googling aja satu2 lagi naek apa turun. Tapi kok ribet amat ya.
      2. Udah saya tulis tips pribadi saya kalo mau milih produk.

  61. Galung says:

    Hallo Gema
    Aku niube nih..tertarik ama RD. Udah banyak baca ttg RD tpi gak mudeng. Hahhah
    Tapi tetep tertarik.
    Mau tanya klo account buka di commbank tapi beli RD Syariah bisa gak sih.
    Trus kira2 seburuk2 nya resiko yg pernah terjadi apa ya? Soalnya aq baca komen diatas, pas harga NAB turun dia sabarin aja nunggu NAB naik di 6 th kemudian. N berhasil dah..
    Mohon petunjuk ya Gema… hehhehe tengkyu

    • gemasatria says:

      1. Bisa, commbank jualan syariah juga
      2. Belom pernah ngalamin resiko sih, hmm resikonya ya return gak tercapai, beli disaat lagi mahal dan harga gak kunjung naik lebih tinggi lagi. Nah, kalau soal NAB kapan naik, ini sulit diprediksi, mungkin orang yang berkompeten di bidang saham bisa bilang. Tapi, buat saya, termasuk kamu juga yang newbie, barangkali nggak pernah tau kapan NAB RD naik atau turun, yang jadi pegangan ya kaya yang saya blg di tulisan Low Return Low Risk SHORT TERM, High Return High Risk LONG TERM.

  62. investasi adalah penyimpanan uang dengan tujuan memperoleh return yang diharapkan lebih besar dibanding bunga deposito untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kemampuan akan modal.

  63. uchey says:

    Makasih,infonya bermanfaat bnget buat gue !!! Tapi msh bingung nih,
    Bisa ksh infonya Ľ̥̥ą̥̥G̲ɪ̣̝̇ɪ̣̝̇ reksadana ♈ªϞƍ investasi dikit perbulan soalnyA penghasilan cuma pas2an tp pingin investasi utk msa depan

  64. putri says:

    untuk hasil yg udh terkumpul dr hasil reksadana ap bs d cairkan kapan aj ato hasil tersebut beku ? thx

  65. maron says:

    Bismillahirohmanirokhim
    Doakan aku biar bisa sukses seperti anda
    Aamiin
    Drpd uang cuma buat modif speda n mobil
    G ad untungnya
    Mending infest ajah
    Makasih infonya mas bos berow gem
    Klo ad yg menarik posting lagi
    Biar aq bs baca n nambah wawasan lagi

  66. priyadi says:

    kan w tinggal di jakarta tp KTP masih dr Semarang, kalo bikin NPWP di jakarta stau lo kira2 bisa ga sih ?

  67. melodiazz says:

    Selamat pagi,
    Luar biasa artikelnya, cukup lengkap menjelaskan untuk yang baru belajar reksa dana.
    ada yang ingin saya tanya nih mas,

    1. selama mas ikut yg high risk, kejadian terburuk apa yang pernah mas dapet?
    2. saya pernah coba ngobrol2 dengan teman saya yang adalah marketing salah satu bank, dia bilang lebih baik ikut berinvvestasi di S*nar m*s aja, karna lebih meyakinkan. Meskipun saham anjlok tapi kita gak bakal kehilangan uang kita. gimana menurut mas?

    Trims mas.

    • gemasatria says:

      1. haha belom sih, paling dia naik sempet 1000 rupiah per UP, tapi terus turun lagi ke nilai awal.. nyesel saya nggak masukin duit gede pas awal beli RD nya..

      2. wah kalo itu preferensi mas aja sih, beneran deh, nggak ada patokan kenapa harus kesini kenapa harus kesitu, tips pilih produk RD nya paling yang udah saya kasih di artikel ini aja🙂

  68. rere says:

    nice share gema…aku dah lama jdi nasabah Commbank tapi baru minat RD belakangan aja dan belum juga direalisasi…dengan kondisi saat ini menurut lo untuk mulai invest di RD oke ngga yaa?

    nuhun.

    • gemasatria says:

      berhubung gue ikutnya RD Saham, wicis baru ngasih return yang berarti dalam jangka panjang (>5tahun) gue nggak merhatiin kondisi jaman sekarang sih..

      yang pasti rule berinvestasi adalah: Mulai sedini mungkin!

      Cuss invest! haha

  69. ellin says:

    berarti mesti pny npwp dulu ya?

  70. alviancp says:

    Reblogged this on Young Entrepreneur and commented:
    here they are some introductions about investing

  71. nenglomita says:

    thank you gema penjelasannya lengkap banget😀

    gara-gara posting ini baru tau kalo bloomberg bisa banding-bandingin produk, padahal udah nyoba invest RD dari 2 taun lalu hehe

    • maria says:

      hallo nenglomita, udah punya RD Panin Asset Management lum?
      bisa kunjungi web nya panin-am.co.id
      klo ada yang mau di tanyakan bisa langsung emailke (mariaulpa.ro@gmail.com)

      produk RD panin dana maksima RD yg terbaik loh ..bisa di cek di infovesta.com

  72. eva says:

    Mas gema…sy udah invest di RD saham sbln yl via commbank juga…Saya mau top up niih dlm wkt deket..Gmana caranya top up online itu yas gema ?..trims before ya gem…

  73. eko says:

    kang gema,,, saya mau tanya misalkan saya invest di RD sbsar 5 juta terus bln2 berikutnya perbulan cma 500 rbu apakah uang kita akan bertambah atau malah berkurang,???

  74. andri says:

    mas gema, kalo cara baca infovesta gimana sih?? kan ada 1 hari, 1 bulan, 1 tahun, 3 tahun.
    tapi kenapa ada yang 1 tahun & 3 tahun nya 00???
    trus malah ada yang hasilnya – (minus), apa itu artinya saham itu rugi???

    • gemasatria says:

      Iya itu persenan kenaikan uangnya, kalo mengendap 1 tahun sekian, 3 tahun sekian..

      Iyaktul, kalo merah/minus itu berarti merugi. Tapi ya itu kan kondisi masa lalu, cuman buat masukan pendapat aja, siapa tau di masa depan RD itu kinerjanya bagus.
      Ini bisa diliat dari aspek2 lainnya, misal, MI nya siapa, perusahaan2 atau unit2 investasi di dalem RD itu yang dipake apa (misal obligasi, saham, atau surat utang negara, dll), dst..

      • regzi says:

        gan bearti duit kita bisa d endapin donk tnpa qta hrus cek2 tiap detik,menit,n berhari2??
        teruz kalo udh d endapin biasa@ d PT sekuritas lain kena biaya inap loch,kalo d RD ada kena biaya inap 1 mlm gak??alhamdulillah niech ane udah pnya duit yang lumaayn dripd loe manyunnn….hahaaha

  75. Risaldi says:

    Gan, klo punya npwp pribadi, nanti itu kita kena pajak apa aja ya? Soalnya denger” kalo urusan sama pajak itu ribet.

  76. Risaldi says:

    Nemu gini di intrnt :
    Adapaun penghasilan-penghasilan yang
    dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final
    bagi Wajib Pajak Reksa Dana adalah sebagai
    berikut :
    1. Penghasilan Reksa Dana yang berasal dari
    investasi pada obligasi berupa bunga atau
    diskonto obligasi dikenakan Pajak Penghasilan
    final berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16
    Tahun 2009 dengan tarif 0% untuk tahun 2009
    dan 2010, 5% untuk tahun 2011, 2012 dan
    2013 serta 15% untuk tahun 2014 dan
    seterusnya.
    2. Penghasilan Reksa Dana yang berasal dari
    investasi pada deposito berupa bunga deposito
    dikenakan Pajak Penghasilan final berdasarkan
    Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000
    dengan tarif 20%.
    3. Penghasilan Reksa Dana berupa keuntungan
    penjualan saham (capital gain) yang
    ditransaksikan di Bursa Efek dikenakan Pajak
    Penghasilan final berdasarkan Peraturan
    Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994 sebagaimana
    telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
    Nomor 14 Tahun 1997 dengan tarif 0,1% dari
    nilai transaksi.

    Sy sbgai mahasiswa blm ngerti pajak, trus klo d potong” sprti ini sbg org awam, aplg kena pajak hingga 15%, bisa” rugi tuh, mohon pencerahannya

    • gemasatria says:

      Saya juga gak begitu paham sih pajak2an begini.

      Cuman sepembacaan saya (bisa di googling), ini kalo pajak RD tuh udah include di biaya pembelian/penjualan. Jadi nggak ada potong2an lagi

    • gan skrg udah ad peraturan baru live dri KPP@ langsung bhwa smua WP (Wajib Pajak) yg mempunyai usha dgn nilai aset bersih@ < 4,8 M ckup byar 1% aj.
      cb search di http://www.pajak.go.id
      semoga statment sy akurat n tdk slh…:-)

      • gemasatria says:

        Saya copas comment mas ya:
        “..WP (Wajib Pajak) yg mempunyai usha ..”

        NPWP itu ada NPWP orang pribadi dan NPWP usaha. Yang saya gunain spt yang saya tulis di artikel itu NPWP orang pribadi, dan kalo nggak ada kerjaan ya nggak bayar apa-apa.

  77. dwi says:

    makasih atas artikelnnya sangat bermanfaat.
    begini gan saya mau tannya. masing bingung nih apa peran manager investasi bagi investornya. soalnya begini bila di commobank kita beli RD yang kita inginkan. setelah itu kita pantau pergerakan grafiknya. nah di sini peran MI nya dimana? karena kita sendirikan yg menentukan jenis RD nya yg mana. trims atas jwabannya

    • gemasatria says:

      Oke, kita pisahin satu per satu yaa.. Ibarat jajan di minimarket:
      1. Kita sebagai pembeli
      2. Commbank sebagai Alfamart..atau mart-mart yang lainnya
      3. Manajer Investasi (MI) sebagai produsen penjual katakanlah shampoo anti ketombe

      – apakah kita sebagai pembeli dipaksa untuk membeli shampoo anti ketombe merek A? B? atau C? tidak kan? terserah kita lho memilih masukin uang ke produk yang mana. duit-duit kita kok.
      – apakah selama ini pernah supermarket mengharuskan kita misalnya yang lagi ketombean untuk beli shampoo merek Clear? padahal sampo ketombe ada banyak macem mereknya? enggak kan?
      – lalu apakah misalnya produsen shampoo Clear misal Uilever punya kuasa untuk memaksa pembeli? enggak juga kan, palingan yang dia bisa lakukan cuman naroh SPG-SPG cantik supaya produknya makin menarik.

      dan harga shampoo itu mungkin aja naik turun hari ini naik cepek, bsok turun 50 perak.. dan ini kan bukan kuasa siapa2.. itu kuasa pasar. jadi tugas kita sebagai pembeli yang mengamati itu..

      kalo contoh ketombe, apa iya ketombenya udah ilang pake sampo merek A, B, C..

      kalo ke kasus investasi: apa iya produk a, b, c, sebagai sarana mencapai tujuan investasi misal beli rumah itu bisa tercapai?

  78. felly says:

    Malam. Saya mau nanya, apa bedanya reksadana saham dgn main saham sndiri lewat sekuritas? Thanks🙂

    • gemasatria says:

      bedanya.. kalo RD, saham nya dimainin sama orang lain yang kita sebut MI dan biasanya udah berupa portfolio (gabungan dari berbagai macam saham, istilahnya putting our eggs in different baskets)

      kalo saham, yang maen kita sendiri. portfolio kita yang ngatur sendiri.

  79. felly says:

    Kenapa mas gema ngk pilih saham lwt sekuritas? Tp lbh milih reksadana yg dimainin org lain drpd diri sndiri? Thanks

    • gemasatria says:

      Kan udah dibilang di tulisannya: Ane belom ngerti maen saham sendiri.
      Dengan kata laen, reksadana ini cocok buat orang yang nggak ngerti maen saham sendiri, dan spt saham setau saya kadang ada ketentuan beli minimal 1 lot, wicis gue yang masih kuliah begini belom kuku bos beli saham lot-lotan begitu.

      Kali-kali mas/mbak felly mau ngajarin maen saham, sok tulis di blognya dong trus sharing hehe

  80. allan says:

    pengen nanya gan..saya baru buka RD d commontwealth..trus saya ambil auto invest,yg akan lgsng d potong nti tiap bulan nya oleh commont setiap tgl 27..yg ingin saya tanyakan,klu bulan depan sebelum tgl 27 saya top up reksadana saya melalui internet,misal tgl 15 saya lakukan transaksi,trus ap nanti tgl 27 nya pihak common tetap akan tetap memotong tabungan saya..klu iya,brarti dalam 1 bulan it,saya melakukan transaksi 2 kali ya..dari saya dan pihak bank..apa begitu?…mohon penjelasan nya..thk

  81. edo says:

    mas bro
    td saya ke common
    dsna hrs ad kartu npwp
    td saya kasih nomor npwp saya dia tdk mau
    ya terpaksa pulang lagi
    malah dr common suruh invest ke permata
    katanya administrasinya lebih kcil
    aq jd heran
    malah bingung tadi
    trus dikasih prospektus atau apa itu sama mbaknya
    saya baca ajah mana yg return pling besar
    besok dtg trus pasang disitu

  82. anes says:

    itu ada penipuan2 gak?
    minimal invest berapa ?
    trus apa dan dimana itu CommBank?

  83. rifki says:

    Makasih gan postingan’y.. bikin ane minat
    Tapi bingung emank commbank/Commonwealth Bank itu cabang’y ada d brp kota.. ?
    kan kalo bank yg lain ky mandiri pasty ad disetiap kota
    Ane di kota serang banten
    Kalo di bank lain kan ga fokus di reksa dana saham
    Terima kasih agan gema

  84. Sadam says:

    Asli bos,penjelasan ini yg gw cari2,,banyak sih yg gw mau tanyain,,tolong di bantu ya,,sukses duah buat ente,,

  85. Devit says:

    Bang Gem😀 nanya dong, gue udah yakin mau invest RD, tapi masih bingung antara dua bank (Mandiri atau CommnBank), nah yang mau saya tanyain beda bikin RD di bank (misal) Mandiri sama CommnBank itu apa ya? Lebih ribet/gampang yang mana?
    sama, kan kalo di commnbank ada yang harganya 100ribuan, nah kalo di mandiri, mulainya dari berapa harga ya?
    Itu ajasih saya masih saya bingungin, btw artikel.nya awesome keren
    oiya, kalo yang lain tau info juga, kasih tau lah buat referensi saya hehehe
    makasih

  86. Yuliana says:

    Mas gema,mau nanya klo mau liat perbandingan reksadana di bloomberg ( seperti artikel yg dimaksudkan mas di atas) boleh gak dikasi tau langkah2 nya secara detail?Thanx

  87. Lala says:

    Bang Gema, mau tanya niyh untuk management Fee..

    Menurut artikel yang saya baca, harus memilih management fee yang paling rendah, punya info institusi/perbankan dengan management fee rendah? lalu bagaimana dengan Commnbank?

    saya masih ragu untuk memilih RD dari perbankan atau Dana Reksa, saya lihat di Dana Reksa juga jual belinya mudah dan Online, apakah ada info perbandingan dari perbankan atau Dana Reksa, mana yang lebih OK?

    Sebagai pemula mungkin saya mau coba untuk RD Pendapatan Tetap atau RD Pasar Uang, dan harusnya tersedia sebagai produk di perbankan dan pastinya tersedia di Dana Reksa, walaupun untuk returnnya tidak besar. Mengingat untuk RD Saham memang nilai return yang ditawarkan pun tinggi namun resikonya besar pula. apa ada saran untuk saya terkait ini?

    Thanks for advise.

    • gemasatria says:

      sama aja kok, masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

      Danareksa itu MI ya setau gue. bedain lho sama reksadana. Danareksa ya jualan reksadana juga.

      Balik lagi sama analogi gue tentang reksadana yg dijual di bank. Bank tuh kaya supermarket aja, dia nawarin RD macem2 ga cuman dari danareksa.

      ya bedanya kalo danareksa mungkin jualan produk RD-RD Danareksa aja kali ya..
      tapi kalo udah yakin sama kinerja dan management fee Danareksa nya murah dan sesuai sama kebutuhan lo, Cuss lah dibeli hehe

  88. riyanta says:

    aku pengin inves di RD tapi gak tau mau mulai dari mana,mas….mhn saranya

  89. indra says:

    Gan bisa tolong di jelasin dengan kata-kata yang lebih simpel ga?xory gw bener2 buta untuk reksadana ini, gw sebenerrnya mau join dengan reksadana mnc tapi ga tau caranya gan…bisa tlg bantu ga gan?

  90. Saya lagi pengen invest di reksadana kak, searh search eh nemu artikel inih, dari kakak kelas lagi, hehehe😀

    Tabungan saya mandiri kak, apa bisa tanya ke pihak bank mandiri? Terus terang saya belum ngerti u,u

  91. Yahya Wardhana says:

    salam kenal yaa gan, menarik nih tulisannya, tapi gw masih bingung nih masalah penjualan RD, gini kalo kita tujuannya pengen beli rumah, kan long term yaa, berarti kita ga boleh jual RD kita sampe jangka waktu tertentu atau gimana ya? trus kalo ngga dijual apa kita tetep bisa ngerasain return dari RD kita? Thanks sebelumnya😀

  92. Domi says:

    Thanks for the info. Nice article.
    Ane juga mau start nih dicombank masih wait and see smp nanti januari sambil baca2 referensi dulu. Anyway thanks a lot.

  93. titagashi says:

    Karena nge gugel CommonWealth malah nyasar kesini xD aku banyak ga ngertinya hehe krn selama ini otak ga pernah blajar ttg inflasi dan lain lain ni. As a newbie it really helps. Nisseu~!

  94. riko says:

    Bang gema, kmu ngasih reksadaana 1 bulan nya berapa ??? Jumlah nominal nyaa

  95. riko says:

    Bang gema emang. 10 tu lagi mau beli rumah yang harga brpa??

  96. Riki says:

    Bang, ada saran kalo newbie yg beneran gatau apa2 lebih baik mulai invest di RD fixed income, RD saham, RD campuran? bedanya apa?

    • gemasatria says:

      Mau newbie mau advans sama aja. Pilihan mau RD yg mana itu lebih ke karakter lo aja bang. Kalo lo panikan ambil yg resikonya plg kecil, kalo lo wolesan ambil yg resikonya gede kaya saham sah2 aja. Gitu sih.

  97. Riki says:

    Satu lagi tadi ada baca komen diatas disaranin invest ke RD yg bergerak di bidang consumer, infrastruktur, komoditas. Nah cara tau MI itu bergerak (invest nya) di bidang apa gimana ya?

    • gemasatria says:

      1. Tebak2 dari nama produk/RD nya, kalo ada agro2 kali dia invest di perkebunan/pertanian, kalo ada infra-infra bisa jd dia invest di infrastruktur 2. Tiap RD pasti disertain sama prospektus. File soft copy nya prospektus bisa di download sama dibaca2 dia invest dimana aja. Nyari dimana? Google bisaa.. goodluck

  98. riko says:

    Mau beli rumah harga berapa bang gema????????? Kok sampai waktu 10 thun

  99. riko says:

    Klo KPR
    gmna cara nya bang??? Jelasin dong investasinyaa

    • gemasatria says:

      -_- yaudah harga rumah sekarang di proyeksiin 10 thn lg jd berapa. Trus dihitung berapa yg gw mampu penuhin pake investasi di RD, sisanya pake KPR aja ntar. Kumaha ngke itu mah, kalo mau nanya KPR ke bank ajeee gw juga gatau haha. Ya intinya sisanya gw cicil pake KPR ntar dah.

  100. Vey says:

    bang ane liat di Bloomberg NAB lagi pada tinggi, apa lebih baik nunggu NAB turun dulu baru beli RD?apa beli RD aja mulai 100 atau 200rb?

    • gemasatria says:

      Jangan salahkan gw atas jawaban gw ya(kan ini menyangkut duit lo haha). Ini cuman apa yg bakal gw lakuin kalo gw jd lo:
      1. Kalo belinya sesekali doang sih gw mending beli entaran. Tp siapatau sampe 20 tahun ke depan ternyata hari ini harga nab tuh yg terendah
      2. Kalo lo udh rencana rutin invest rd sih mending beli skrg. Invest rutin kalo makin cepet makin baek

  101. intanc says:

    mau tanya, mas nya ini umur brp? udah kerja kah? klo misal saya kan kuliah smter awal pengen beli reksadana tp blm punya pndapatan ttp. trus ngasih mkn reksadana per bln nya dr mana? klo dr uang jajan boleh?

    • gemasatria says:

      Saya 23, masih lanjut s2, kerjanya kadang2 aja ikut proyekan.

      Haha ya boleh ajalah. Toh nabung dianjurkan juga kan?
      Tapi jgn sampe jd makan indomi di kosan tiap hari ya. Hahaha

  102. intanc says:

    trus kl aku buat npwp skrg udah bisa? kl pny npwp itu kudu mesti byar pjak nggak?

  103. Medina says:

    Thanks bgt tulisannya bener2 mudah dicerna dan compatible sm keadaan gw skrg. Rencananya pgn mulai pertengahan tahun ini krn hrs balik ke jkt urus lgsg dsana sekalian nabung dulu biar saldo awal lumayan gede. Gw sendiri umur 19 th dan excited buat cpt2 mulai, tujuannya sama persis (beli rumah sendiri) pengennya ngejar sebelum 28 hehe aamiin. Dan untungnya gw baca buku Prita Ghozie yang bikin gw sadar harus mulai dr skrg kalo ngga mau keteteran nantinya.
    Masalahnya gini:
    gw disini hidup serba penghematan (maklum biaya kuliah+daily needs semua gw tanggung sendiri dr kerja paruh waktu). Masih ada 3 tahun sampe gw lulus bachelor dan itu kira2 memakan biaya $450.000, Alhamdulillah gaji gw cukup buat kuliah dan ada sisa sedikit buat invest. Gw sadar uang kuliah adalah prioritas yg hrs gw duluin, tp disisi lain gw juga punya impian beli rumah sendiri another 8 years dan at least gw bs mengtur Pembangunan invest untuk itu dr skrg. Gw bnr2 buta ttg bagaimana gw mengatur pembagian yg bijaksana antara invest reksadana dgn tabungan buat kuliah dgn gaji gw, takut salah langkah bgt. Tp gw ttp hrs mulai middle year ini juga..

    Thanks bgt sblmnya, sorry nih kaya cerpen panjang bgt 😔

    • JMF says:

      Trims artikelnya bro, tetap sabar ya ngejawab pertanyaan yg aneh2

      Gw baca comment dari pertama sampai akhir, banyak pertanyaan yg sepertinya sudah ditanyakan sebelumnya dan pertanyaan seperti anak sd hahahaha

    • gemasatria says:

      Hahaha wah, ini kayanya kalo buat planner, case menarik banget nih. Sayang gw gak certified hehe. Konsultasi ke qm financial aja katanya konsul gratis tp diitungin bayar. Haha. Goodluck with ur investment!

  104. Tulisan mas gema keren! Aku mau nanya, mas pake cara DCA atau mengikuti cara main pasar mas..?

  105. icha says:

    Artikel yg menarik yg lg saya butuhkan saat ini…saya mau nanya2 dong :
    1. Kl di commbank misalnya kita mau jual RD nya dan beli lg dgn produk yg berbeda apa bisa jg lewat online

    2. Kalo mau jual/cairkan boleh sebagian aja atau harus semuanya?

    3.Selain commbank yg bisa onine dimana lagi?

    Makasiih yaa

    • gemasatria says:

      1. Kalo jual ampe abis/tutup RD seinget gw skrg harus dtg ke bank deh. Kalo cuman top up/ nabung / jual sebagian online bisaa hehe

      2. Sebagian bisa kok.. tp inget yah RD cairnya agak lama, skitar 4-5 hari. Jd jangan taro dana darurat di RD. Salah2 butuh duit operasi cepet malah keburu koit lg hehe

      3. Mandiri, BNI setau gw skrg udh bs online deh🙂

  106. fita says:

    terimakasih sudah berbagi ilmunya yaa🙂
    berguna banget untuk newbie kaya saya
    tetap semangat berbagi ilmunya ya walau pertanyaannya suka ajaib
    jadiin ladang pahala aja
    good job🙂

  107. Yugi says:

    mas gema cara liat bursa/RDnya maik atau turunya itu lewat mana

  108. aji says:

    Gan Gema kalau boleh nanya dari 10 MI di Commwealth 10 produk mana yg recommend? buat pertimbangan ane? 10 aja….

    • gemasatria says:

      Wah gan, bukannya gamau ngasih tau. Tapi susah:
      1. Gw musti buka komputer trus bundang bandingin satu sama lain baca2in prospektus tiap produk reksadana. Lu lagi minta 10. Haha
      2. Pilihan produk tuh juga tergantung sama tujuan keuangan lo. Kalo lo mau beli rumah gw recom beli RD yg menurut gw bagus tapi interesnya kecil kan amsyong juga. RD tuh bagusnya relatif, relatif sama tujuan, relatif sama waktu, macem2 dah

  109. haloo. thanks buat infonya yah.
    gua malem” nyari info reksa dana nyasarnya kesini, pas liat ternyata udah postingan taun lalu, jadi pengen nanya pengalamannya sama minta advicenya untuk main reksa dana juga nih
    gimana perkembangan reksa dana nya? kan udah setahun, apakah untung atau rugi? kalo boleh sekalian nominalnya juga disebut. hehehe😀
    minta saran yah, gua masih mahasiswi dan belum berpenghasilan, kira” saran yg baik buat gua apa nih? buta sama sekali soal reksa dana.
    thanks!!🙂

  110. Wangga Kharisnu says:

    gaya bercerita tentang reksadananya anak muda banget nih. thanks yo bang, artikel lo telah mencerahkan gue tentang reksadana. salam kenal!

  111. githa says:

    Halo.. nice artikel..
    kalo misalkan saya mau beli RD di commonwealth bank lalu pakai NPWP kakak saya bisa gak ya ? karena saya blm punya NPWP.

    • gemasatria says:

      Hehe coba aja ditanya mbak. Saya gatau, tp mgkn bisa. Soalnya bisa nebeng npwp orang yang menjadi penanggung hidup biasanya sih bapak ya. Dibuktikan dgn kartu keluarga kalogasalah

  112. nugie says:

    hallo mas,
    sekarang masih pakai RD SDI? bagaimana pertumbuhannya setelah satu tahun berjalan??
    saya mau beli RD pertama nih….bagi pengalamannya dong mas…

  113. sofyan says:

    gan umur ane 20 tapi tadi ke commbank kagak dibolehin. alhasil gagal total. harus umur 21 baru bisa. emang gitu ya gan

  114. Denik Eka says:

    wihh artikelnya keren ni gan… enak di cerna…gue juga mau nyoba invest di RD tp dana belum ngumpul jadi masih nabung dulu😀
    thanks buat infonya and tetep semangat ya balees komen2nya… (‘0’/)

  115. naree says:

    Baru mulai invest di RD awal bulan ini,via commbank.Berhubung ga punya NPWP sendiri ternyata bisa pake NPWP suami lho.Kata CS nya bisa juga nebeng NPWP ortu atau kalo mang tidak punya bisa pake surat pernyataan yang disediain bank. Intinya semua orang bisa investasi……

  116. Invest your time first before you invest your money
    Gara2 ini makanya nyasar ke blog ini dan update mengenai info reksadana nya😀

    Thx tulisannya,m bermanfaat sekali

  117. Andi Widodo says:

    info yang bermanfaat gan. sy tertarik untuk invest reksadana. kemarin sempat buka di panin aset managemne, di situ ada reksadana yg kinerjanya bagus yaitu panin dana maksima. yang sy masih bingung
    1. mencari agen penjual reksadana yang minimal pembelian awal kecil dan ada di dekat kota saya. maklum saya tinggal di desa, tepatnya di way jepara, lampung timur. waktu search nemu MI yg minimal pembelian awal kecil tapi cabng dilampung belum ada.
    2. misalnya awal pembelian reksadana 100.000 trus apakah tiap bulan berikutnya kita juga harus beli atau sesuka kita mo beli atau jual unit penyertaan yg kita punya gan? atau ga beli dan ga jual?
    3. adakah saran untuk membuka rekening reksadana di mana?
    mhon bantuanya gan, hehe. mf buaaykk nanya… lagi belajar ni, mumpungmasih muda.

    • gemasatria says:

      haha good Mas Andi Widodo yang masih muda,

      1. mendingan cari yang punya fasilitas internet banking aja mas, jadi tinggal buka internet beli ini itu kan endeus..
      2. sesuka kita banget dong hehe
      3. saya terdengar spt nasabah commbank garis keras ya haha. tapi commbank menurut saya recommended banget sih.

  118. xenarockx says:

    Salam kenal…infonya sangat mencerahkan pikiran dan hatii…mantaapp ;p
    Mau nanya satu hal yang masih mengganjal pikiran nii…..apakah produk /instrumen investasi RD yang kita beli/ lakukan lewat Bank sebagai supermarketnya RD dijamin oleh pemerintah seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan…..misal seperti kasus century….banknye bangkrut or dibekukan….???…mohon inpohnyaaa…

    • gemasatria says:

      reksadana itu bukan produk bank setau saya ya. dia itu produk pasar modal, yang diperjual belikan oleh bank.

      soal jamin menjamin oleh pemerintah sih saya nggak tau (maap), tapi setau sayaaa banget nih to be considered as a disclaimer: Nggak Dijamin.

      punya RD tuh sama aja kaya punya emas batang/logam mulia(LM). kalo LM yg kita punya harganya drop, pemerintah jamin? enggak kan? hehe saya rasa itu analogi yang paling tepat deh

      kalo kata saya sih gausah khawatir sejauh negara kita gak ikutan perang yang heboh gitu kaya di afghanistan😛

  119. m qodarull says:

    trmksih infonya masbro,
    akan saya coba ke commbanknya.
    saya belum tau apa apa hehe
    mari berinvestasi.

  120. irama says:

    lagi gencar cari tau tentang reksa dana dan mau berinvestasi untuk dana pendidikan dan dana pensiun untuk jangka panjanga 10 tahun sampai 20 tahun. mohon pencerahannya mas

  121. Josef says:

    Salam kenal, Saya bekerja di bidang teknis IT komputer, untuk urasan yang begini rasanya sulit sekali dimengerti tapi setelah membaca penjelasan saudara saya mendapatkan banyak masukan yang berguna.
    Terima kasih atas penjelasan yang bagus tentang Reksadana.

  122. lesnan says:

    untuk membuka rekening di commonwealt sekalian investasi buat mahasiswa apa harus punya npwp

  123. Fahri says:

    Pak Gema, Apakah ada situs yang memberikan daftar harga-harga RD? Termikasih🙂

  124. novia says:

    hi mas gema, slm kenal..
    mau nanya, soal profit RD gmn ya?? apakah profit qta terima tiap bln atw tahun??? atau profit ini didapat saat qta jual RD aja??

    • gemasatria says:

      kalo misal mbak beli tanggal 1 tuh 1000 perak per unit RD, eh terus pas tanggal 25 harganya naik udah ampe 2000, tanpa dijual juga udah profit. tapi namanya produk investasi bisa jadi aja tgl 30 harganya 950 perak turun drastis kan?

      itu ilustrasi ekstrim aja lho ya. what I want to highlight here adalah:
      1. no one can define lo untung/dapet profit kapan
      2. tiap orang cuman bisa memperkirakan kapan lo akan dapet profit sekian persen
      3. oleh karena itu sesuaikan kebutuhan lo mau itu naek aji, beli rumah, bayar kuliah anak, ama perkiraan itu.
      4. jangan pernah invest kalo gatau invest itu buat apa, harus ada tujuannya.

  125. nawirbiz says:

    nice infoh gan..kebetulan ane lagi cari artikel tentang investasi reksa dana

  126. pratama says:

    saya termasuk “korban” artikel mas Gema. Saya Investasikan dana bulan juli agustus september 2013 dan sekarang pertumbuhannya sudah mencapai 20 % ( belum ada 1 tahun ).
    terima kasih mas Gema. RD yg aku beli RD saham via Bank Comm***

  127. taufik akbar says:

    Gimana caranya membuka RD di Mandiri? soalnya saya sudah punya rekening di mandiri

  128. investasi says:

    mau tanya menejer investasi terbaik yang mana pak ?

  129. babai says:

    Mas gem. mau nanya.
    Saya habis buka http://www.infovesta.com/
    Nah, itu kan ada dibagian Reksadana, (saham) Kalo ane sorting sekarang, yang paling gede kan -> Millenium Equity (jk. waktu 1thn & 3thn)
    Menurut mas gem, naif gak sih kalo saya ambil yang itu?
    Btw, tujuan investasi saya adalah agar bisa investasi lagi di bidang properti.🙂

    • gemasatria says:

      Engga naif kok, ASAL:
      1. kinerjanya yang kata lo paling gede itu sesuai sama tujuan keuangan lo
      2. siap dengan resiko reksadana saham pasti besar tapi untungnya juga besar
      3. udah dibaca dulu prospektusnya
      4. udah dicari2 infonya apakah emang betul RD mil. equity beneran bagus (bisa lewat prospektus atau pemeringkatan website2 reksadana/persahaman)

      Goodluck!🙂

  130. Terima kasih sharingnya mas bro, sangat menjawab pertanyaan2 d kepala ane ttg reksadana.🙂

  131. Asep Ahmad J says:

    Nice Info gan,..Mantap!
    . lagi greget pengen eksekusi reksadana, tapi budget minimal….
    yang pengn ditanyakan Kalau auto invest, maka secara otomatis pihak bank akan membelikan seniai yang ditentukan di awal misal 100rb/bln, apa kya gitu kronologisnya?

    tapi kalu lump sum, itu gmna gan ?
    tetap ada keharusan tiap Bulan beli gak ?

    • gemasatria says:

      1. Yak betul, tiap bulan tabungan kepotong 100ribu.
      2. Kalo udah ikut auto invest berarti udah pasti Dollar Cost Averaging. Kalo mau lumpsum jangan auto invest

      • Asep Ahmad J says:

        terimakasi replynya

        kan atuto invest tuh gan
        100rb
        trus yg
        200rb
        itu kan brada di instrumen yg berbeda ?
        kalau iya
        misalkan saya brniat jual tdinya 3thn, tpi ternyata bru stu thun yg 100rb/bln itu saya jual?
        apa bisa?
        krena 200rb/blan tetp lnjut…gan😀

  132. ian says:

    salam
    kursus reksadana dimana ya?

  133. Depi says:

    Salam kenal Mas Gema….
    Saya Depi, karyawan swasta dr surabaya. Senanggg menemukan tulisan anda.
    Saya juga beli SD Dana istimewa kr encourage dr sobat kuliah saya hehe…agak telat sih, di usia 36 baru tau ada autoinvest dr Commbank.
    Tapi it’s okey lah ya, alhamdulillah masih tau drpd nggak sama sekali.
    Seneng bgt baca sharingnya mas Agung di awallll/atasssss tadi, keren itu.
    Emang kita kudu pasang kacamata kuda kl mau invest RDS, gak usah dipikirin banget2, krn memang intinya invest RDS utk long term kan?…kalo saya utk biaya kuliah anak2 dan dana pensiun saya.
    Saya mulia beli RDS lwt commbank Jan 2014, tapi saya nyetornya rutin tiap bulan agar bisa lebih dirasakan manfaatnya..maklum, udah telat bgt belinya, kalo jaman umur 25 udah tau…wahhh pasti udah lumayan jumlahnya hehehe…
    Commbank oke, CS nya cerdas dan ramah dan ya..saat beli RD harus pake NPWP ya sodara2.
    Semua CS commbank bersertifikat, jd jg lbh mudeng membantu kita tentang RD yg sesuai dng profil kita masing2.
    Sekian sharing saya, terima kasih mas Gema, Mas Agung juga atas semangatnya….saya jd tambah semangat nabungnya di RD. Thank you all🙂

    • gemasatria says:

      Seneng banget sama komen kaya Mas/Mba Depi ini, bikin yang lain juga jadi semangat hehe..

      Saya juga semangat jadinya, wong juga sama-sama novice hehe.

      Makasih banyak ya commentnya. Sukses terusss!😉

  134. Rully says:

    wah bagus kang gema info nya tank banget walawpun saya masih sedikit puyeng mohon penjelasanya minimum berapa invest untuk reksadana apa beda2

  135. fadhci81 says:

    Nyumbang info aja broh, NAB itu bukan harga. NAB itu jumlah total dana yang dikelola sama si Manajer Investasi. Nah kalo NAB/UP (Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan) itu baru bisa dibilang harga.

    Emang sih orang sering bilang NAB/UP itu ‘NAB’ doang, mungkin biar ga susah nyebutinnya. Tapi bikin salah kaprah kalo yang baca newbie kayak gue waktu itu –”

    Misal ada berita : NAB dari Manajer Investasi A tahun ini menjadi 2 triliyun, pasti yg gatau bakal kegirangan. Perasaan waktu dia beli masih 2000-an sekarang jd 2 triliyun aja. Girang ke langit ketujuh dah dia.

    Tapi artikelnya bagus banget. Apalagi buat yang bingung harus ngapain aja kalo mau invest reksadana.

  136. K.Rahman says:

    muantab artikelnya genk..saya jadi tergerak untuk ikut ber-RD ria hehehehe..tapi saya mau tanya, kalu mau mencairkan keuntungan dari RD tu gimana caranya?ribet apa nggak?
    thk yoo..salam dari rahman di NTB

    • fadhci81 says:

      Namanya redemption broh.
      Jadi ibarat tabungan kita bisa narik duit kita.
      Tapi ini RD bukan tabungan. Jadi nariknya gabisa lewat atm, harus via manajer investasi atau agen penjual reksadananya.

      Biasanya dikenain biaya. Cuma kalo udah invest RD lebih dari 5 tahun biasanya ga kena.
      Besar biayanya pake persentase, tiap2 MI beda-beda.

      Ilustrasu sederhana :
      Jadi kalo misalnya kita punya Reksadana Saham (RDS) 5 juta. Namanya reksadana saham itu return-nya baru kerasa diatas 5 tahun.
      Eh tapi, baru 3 tahun kita butuh duit yang mengharuskan/mau gamau harus diambil. Yaitu tinggal redemption.
      Konsekuensinya mungkin return-nya ga kerasa, atau bahkan kalo lagi apes (misalnya kinerjanya lagi memburuk yg menyebabkan NAB-nya turun) bisa bisa duitnya berkurang.

      Tapi narik duit sebelum waktunya ga dianjurkan bro.
      Namanya juga investasi. Salah satu syarat investasi itu harus sehat keuangan.
      Minimal (kalo masih single/belum nikah) harus punya cadangan dana tak terduga 3 x konsumsi bulanan.

      Semoga membantu.

    • gemasatria says:

      engga ribet sih kalo pengalaman saya mah. Tinggal pencet jual aja di aplikasinya di Internet (nanti dikasih aksesnya sama Bank/tempat beli RD nya deh pasti). hehe

      sama-sama

  137. zelinyn says:

    gue mahasiswa yang belum punya NPWP trus gimana? gabisa buka reksadana dong?

    • gemasatria says:

      Coba aja tanya ama Bank nya, boleh apa engga. (saran gue sih kalo pas lo apply mau beli RD mereka ga minta ya udah gak usah ditanya haha)

      Kalo Bank gue itu mengharuskan gue punya NPWP, tapi di Bank yang sama di cabang lain, temen gue yang masih kuliah dan belom punya NPWP lancar2 aja tuh buka akun RD

  138. LF says:

    jadi langkah pertama itu kita ke Commonwealth?? itu online kah?

  139. Ayu says:

    Kalo mau daftar npwp kira” berapa? terus persen itu per bulan nya berapa?

  140. Maya says:

    nice post! yang ingin saya tanyakan, berapa minimal tahun kita bisa ikut investasi reksadana? apakah setiap bank berbeda-beda? terima kasih

  141. shobirin says:

    bro. saya baru selesai ngurus NPWP tinggal daftar lewat online ngisi data sesuai ktp,, dan nunggu 3 hari nyampai dech NPWP kita sampai dirumah sesuai alamat ktp..
    kelanjutannya ini bro.. ke bank common.. nanti pas buka rekening apa langsung bilang mau buka reksadana, terus satu lagi pertanyaan bank nya jauh bro kalau mau nambah harus masukin rekening bank common kita.. bisa ditransfer online gak nih bank kuning ausi ini..

    • gemasatria says:

      ini saya pake commbank buat contoh aja kok, ga harus diikutin hehe. Bank lain bisa. Kali2 penasaran sama sistem bank lain bisa ditanya langsung aja ke customer servicenya.

      Kalo saya juga seringnya gak ada waktu pergi ke commbank buat masukin duit. lagi atmnya dia jarang, banknya juga jarang2. Seringnya saya masukin lewat bank saya yang lain (yang lebih umum lah pokoknya, dan punya mesin setoran tunai), trus abis itu saya transfer deh ke commbank. agak ribet sih yaa tapi apadaya. heheh

  142. jono susanto says:

    Cara daftarnya gmana?∂αη dmana?
    Yg terpercaya mslhnya skarang banyak terjadi penipuan jadi sedikit rada trauma

    • gemasatria says:

      Sok silakan aja pergi ke Bank-Bank terpercaya aja mas Jono. Pergi ke CS ya jangan ke Teller, nanti bilang “mba, saya mau ikut Reksadana dong, tolong dijelasin prosedurnya” dah tuh beres idup.

  143. baru liat artikel ini, langsung tertarik pengin ikutan RD… jujur, ane ngerasa telat banget baru tau info ini…recomen mana bro antara bank mandiri ato common… scr ane nabung terus gak prnh ambil tabungan tp gak kaya-kaya… hahaha… and RD mana yg layak saya ambil, kalo ingin pny rumah kaya mas bro.

    • gemasatria says:

      Kalo bank kan dia sebagai etalase aja agen penjual reksadana, itu yang familiar aja hehe.

      Kalo RD yang mana.. mm saya gak tau profil resiko Mas Ruli yaa hehe.. intinya kalo berani ya ambil yang high risk aja kalo gak berani ya ambil yang low risk.

  144. Kang Gema mau nanya dong,

    Kalau SDI sm SDPP itu bagusan mana?

    Terus, NAB/UP-nya kok ada yg 6000an(SDI) ada juga yg 26ribuan(SDPP), itu beda detailnya apa ya? lebih menguntungkan yg mana atau sama2 untung? atau mana yg lebih dianjurkan?

    Terus 1 lagi kang, kalau daftar RD SDPP sm SDI di Deutch Bank bedanya apa sama di CommBank? mendingan daftar dimana?

    Makasih kang, maaf banyak tanya soalnya saya baru ngeh sm RD ketika liat investasi emas, btw mantep blognya, salut sekali

    • gemasatria says:

      kalo mau liat mana yang lebih “menguntungkan” seperti istilahmu.. liat persenannya aja. Berapa persen dia dalam 1 tahun, 3 tahun, atau 5 tahun terakhir kinerjanya.

      Terimakasih!🙂

  145. Ajeng says:

    Halo! Suka deh baca postingan tentang RD nya, bahasanya gampang dicerna.
    Mau nanya, kita perlu punya Dana Darurat dulu nggak sebelum mulai RD?\
    Thanks sebelumnya! :))

  146. ino says:

    makasih banyak nih ttg infonya mas broh.. saya juga baru bikin autoinvest nih tp msh bingung bgt, klo mau liat hasilnya dimana ya?? dr internet banking commbank bisa??

    makasih😀

  147. asmaa says:

    mahasiswa bisa buat NPWP?

  148. devit says:

    bang gem, mumpung semester baru belum mulai which mean masih ada uang sisa lebaran, insyaallah mau buat gue beli RD ehe ehehe
    rekomen dong 3/5 produk RD yang 100ribuan aja buat mulai invest? *gue mau pake commwlth bank

  149. Awan Putih says:

    salam…
    Ty ,,infonya menarik bangat…
    oya gw juga punya rencana untuk mulai di RD,,,tapi gw masih mahasiswa n belom pya NPWP,,,klo beli RD lewat mandiri gimana tuh (NPWP)….???
    🙂
    Tq

  150. darin sevira says:

    Halo kak, aku dan temanku mau buat RD nih,tapi wajib pakai NPWP yah, aku dan teman ku belom kerja, lebih baik pakai NPWP kepala keluarga atau bikin sendiri ?
    kemudian kalo bikin yang katanya kakak express banget itu lewat online atau gimana ya kak ?

    makasih🙂

  151. eii_1109 says:

    Bang Gem, kebetulan ane punya rencana ni mau ikut RD..
    kira” kalo opening pertama kisaran berapa enak nya ya ?
    ya buat jangka menengah – panjang si, modal beli rumah / merid bos…

    Thx.

  152. Melvi Lee says:

    halo, mau tanya nih kalo gw ga punya npwp kan bisa pake punya bokap. resiko kalo pake npwpnya bokap apa ya? soalnya bokap rada ragu nih buat ngasih npwp nya sedangkan kalo gw buat npwp kan gw ga punya penghasilan sama sekali

    • gemasatria says:

      Tenang aja, sama sekali nggak ada kok. Lagipula reksadana setau gue saat ini juga bukan / lebih tepatnya masih belum dikategorikan sbg bukan objek pajak jadi yaaa tenang aja.

      Dan iya bener, daripada ribet bikin NPWP sendiri sementara masih terlalu muda atau belum berpenghasilan, nebeng aja ama NPWP kepala keluarga😉

  153. wulan says:

    terimakasih atas artikelnya sungguh menginspirasi untuk melakukan RD, saya ingin invest di RD namun bokap ga ngjinin , dia bilang menjual RD susah .. Saya mau tanya proses menjual RD seperti apa ? terimaksh😀

    • gemasatria says:

      haha.. mungkin susah karena agak lama cairnya. Paling cepet 3 hari, paling lama seminggu (sumber: pengalaman, mungkin ada yang lebih lama atau lebih cepet lagi)

      Kalo saya biasanya jual RD via online aja, klak-klik udah nanti begitu cair dia masuk ke rekening tabungan deh. Hehe

      Goodluck, Wulan!

  154. hilmy says:

    nice info bang gem. saya newbie bgt, baru bgt mau nyoba reksadana. berdasarkan komen2 diatas, ada yg mau sy tanyakan. pada saat awal pembelian ada perjanjian harus selama berapa tahun gt penyetoran nya ? soalnya saya msh bingung sm istilah “jual RD”. saya kira mekanisme nya ky gini, misalkan 100rb/bulan selama 5 tahun dan gaboleh stop pembayaran, nah kl untung setelah 5 tahun nanti kita dpt uang diatas 6jt. haha mohon pencerahan nya bang gem😀 merci

    • gemasatria says:

      Halo Bang Hilmy,

      1. Perjanjian harus berapa tahun –> nggak ada kok
      2. Istilah “Jual RD” –> Ngejual RD itu bisa kapan aja kita butuh uang kok (meskipun ada resiko kita merugi yah)

      Jadi gini Bang, sebenernya main RD itu bayangin aja kita tuh nabung biasa. Tapi kalo nabung biasa kan sebenernya dimasukin ke celengan, nah kalo ini dibeliin barang yang harganya naik turun. Someday kalo kita butuh duit itu uang bisa ditarik lagi (sama kaya tabungan bukan?) bedanya, karena ini udah berbentuk barang, jadi harus dijual dulu (dan ini butuh waktu untuk administrasinya yang biasanya makan 3-4 hari kerja).

      Nah kalo ada yang pake mekanisme setoran per bulan, itu tuh sebenernya itu tuh salah satu usaha aja untuk melawan dinamika/gejolak naik turunnya harga itu. Boleh dilakukan boleh enggak (kalo menurut beberapa saran sih sebaiknya pake setoran rutin krn menurunkan potensi kerugian).

      3. Kalo setelah 5 tahun udah terkumpul uangnya. Yaudah dicairkan aja. hehe
      (persoalan nanti banknya nagih “mana nih setoran bulanan lu”. Biarin ajah. Nggak akan mempengaruhi ke uang jadi hangus atau enggak. Karena ini beda sama produk Tabungan Rencana, atau Tabungan Pendidikan, atau sejenisnya (yang biasanya berkontrak dalam jangka tahun dan nggak bisa diambil sama sekali dalam jangka waktu itu).

      Kalo ada setoran bulanan yang autodebet, itu cuman fasilitas bank aja biar kita nggak pusing2 lagi dalam menjalankan pilihan-untuk-membeli-RD-setiap-bulan. Biasanya autodebet dlm bermain RD itu kalo pun di rekeningnya tabungan biasanya lagi nggak ada duit, ya jadi nggak ke autodebet aja bulan itu. istilahnya kalo tukang sayur lagi pere aja. haha..

      Goodluck!

  155. Asep aj says:

    ada yang penglaman di Reksadana melalu Danareksa online
    atau ipotfund.com ??

    trimakasih

  156. adinda says:

    lg cari info ttg reksadana dann nyasar kesini. alhamdulillah nyasar di tempat yg tepat haha.
    tapi ya, aku masih minim banget pengetahuanx & info ttg RD ini. pengen langsung mulai tapi bingung juga gimana2x, takutx juga kedepanx malah aku yg ga tau cara kelolax gimana. boleh minta pin bb ga ya? atau id linex biar boleh nanya lebih detail.
    trimakasih atas kesediaanx🙂

  157. leny says:

    Haloo mas , nice info artikelnya
    Ada yg mau sy tanyakan nih , rencana kan sy mau ikut RD , tp bingung bikin npwp , sy ga kerja tp pnya toko , d sini kan mas cerita klo bikin npwp nya cepet bgt cuma 10 menit , bisa dshare ga bikinnya dmn ? Trus apa aja yg perlu disiapkan , thankyou🙂

  158. jenis says:

    info yang bagus mas, reksadana bisa jadi pilihan juga ternyata

  159. Prawira_ says:

    misal gini gan,, duit 200 rb nih,, kl bulan ini harganya = 1000 so kita dapet 200 up kan kalo bulan depan harganya naik nih jadi 1500 nah kita beli lagi 200 rb maka kita dapet 133 ya kan,, jadi total yang kita dapet itu 333,, bener gitu kan ngitung sederhananya kan??

    misal gini gan,, duit 200 rb nih,, kl bulan ini harganya = 1000 so kita dapet 200 up kan kalo bulan depan harganya naik nih jadi 1500 nah kita beli lagi 200 rb maka kita dapet 133 ya kan,, jadi total yang kita dapet itu 433,, bener gitu kan ngitung sederhananya kan??

    kan di jawab sama agan ; Yup, saya masih bingung, yup itu untuk jawaban yang 333 apa 433

    udah berapa sekarang profitnya gan?
    salam kenal

    • gemasatria says:

      Hmmm.. lo pernah komen-nanya trus gue jawab “Yup” gitu yah? hehe sorry2.

      Ya kalo 200+133=333 nggak sih. Kok Jadi 433 malah saya ngga ngerti. hehe..
      Iya tapi bener mekanismenya begitu. Kalo bulan depan harga naik trus beli dengan jumlah uang yang sama UP yang didapet pasti lebih sedikit dong.🙂

      Sekarang profitnya berapa? Umm ngga pernah mantau sih, Tapi pernah dalam sebulan naik 10%. Ya tapi turun sampe lebih dari itu juga pernah. Ya udah antepkeun we lah.

  160. Gan gemasatria@ saya tertarik sekali dengan ulasan anda bisa. Tapi saat ini saya masih jarang online.. 0823 6988 9197 tolong kirim no mas.. saya mw tannya. trims

  161. sabilalalif says:

    reksadana memang pilihan investasi yang bagus bagi para newbie…thanx gan,atas semua infonya..maju terus..!!

  162. prikenang says:

    wah, kebetulan ni gw lebih polos daripada newbie .__.
    kebetulan lagi mau nyoba juga nih masuk ke ranah investasi. niatnya sih kurang lebih sama kek abang, implementasi aja (walo gw dr jurusan akun sih :3)
    tapi overall, emang bener investasi itu lebih menjanjikan daripada sekedar menabung
    nilai tukar kita kan ga stabil banget tuh :3 suku bunga bank juga naik turun sesuai kebijakannya BI, belum lagi kalo musuhnya inflasi

    btw, gw lagi proses belajar intensif nih. any probs, ntar gw minta bantuan bisa ya😀
    gw pasti akan dapet cara buat nghubungin bang gema hoho

  163. Arby Genio says:

    Hahahaha hampir mual baca serangkaian comment.. seharusnya baca dulu comment awal.. may be kalo ane yg nulis, uda emosi gimana gitu hahaha..

    Btw, postingan nya keren banget bro gema.. para newbie bisa ngerti lbh cepat.. hehehe soalnya sebagai newbie jg, agak puyeng kalo baca ttg RD dengan bahasa formal yg disertai istilah2.. hehehe

    Semoga kita semua sukses, Amiiiin.. Saran saya, kalo mau ikutan, jgn ragu2.. Man Jadda Wa Jada.. ketika kita sungguh2, pasti akan ada hasil nya… yg penting sabar, tegar ( hihi ), rutin, dan ikhlas.. Insya Allah angka2 nya bakal ganteng di garis finish.. Hahahaha udah ah, banyak yg mual neh lama2.. Selamat berinvestasi teman2.. Keep Moving😉

    Salam kenal dari ujung barat sumatera ya bro gema.. Very Nice Post🙂

  164. A D I T says:

    salam kenal nama ane adit gan..
    gan, kalau misal ane target beli rumah misal harga 3m
    jadi cara hitungnya gimana ya? berapa tiap bulan saya harus invest? dan saya ambil reksadana yang apa serta berapa lama? (target 10 tahun)
    maaf saya masih di bawah newbie dan postingan agan membuat aneh lebih paham sekarang. thankyou ^^

    kalau bisa bagi contact ke akaito@ymail.com

  165. Cantik says:

    Halo mas Gema, pinter bgt ni nulisnya. baru nyadar ini postingan lamaaa sekali.
    Ane jadi super tertarik sama investasi ini, tapi sayang ane masih ada utang dan tanggungan2 lainnya, jadi nampaknya klo mo masuk ke rd belum disarankan ye gan.
    oh iya, soal beli produk RD itu, mas gema beli brapa produk? apa cuma OPI itu doang? ato tiap berapa lama selalu beli saham saham baru lainnya? ato cuma beberapa saham aja?

    • gemasatria says:

      Hai, Cantik!

      Wah jadi tertarik nih sharing ilmu soal nyaur utang. Kayaknya bisa deh next posting aku post soal itu. Sekalian bantuin, Cantik juga. *bisa aja nggak?* hahaha

      So far sih punya dua produk aja. OPI yang di tulisan ini cuman contoh aja dan fiktif kok. Paling tiap bulan nambahin kedua produk itu aja, belom pengen beli produk lainnya lagi.🙂

  166. janu says:

    Nanya donk🙂
    1) misal stlh 2 th ato lbh saya rasa dana di RD A sdh mencukupi utk tujuan awal invest saya, maka sy ambil atau lakukan penjualan smw…pertanyaan sy, jika sperti in brrti investasi sy di RD A bisa dikatakan sudah selesai??dan jika saya ingin berinvestasi RD lg..harus membuka RD baru lagi/dimulai dr nol lg??ato tdk boleh dijual smw ada btas mnimumnya?

    thnks a lot bwt jwabannya

    • gemasatria says:

      Yup! Bisa dibilang selesai.

      Dikosongkan boleh kok. Kan duit sendiri. Paling nanti mbak2nya nanya apakah mau dilanjutkan kembali mulai dari nol (misalnya kamu punya tujuan investasi lainnya di masa depan lagi) hehe

  167. thx banget gan infonya…
    agan kan buat jangka panjang?
    kira2 jangka <1 tahun gmn ya perhitungannya n cara liat RDnya sama juga??

  168. meds says:

    Gokil tulisan lu cuy, bnr2 bisa dipahami org awam. Sung cus ke commwealth ah..

  169. risky says:

    Gan mau nanya dong, anekan masih sma 17 thn tapi ane mau mulai ikut reksadana apa bisa? Kalo bisa caranya gimana? Ane terinspirasi warren buffet memulai investasi sedini mungkin

  170. dayang sari andriani says:

    Hallo salam kenal mas gema. Aku bener bener tertarik baca posting nya. Untuk invest awal minimal bisa berapa untuk beli reksadana. Soal nya masih bingung dengan istilah istilah nya.

    • h4dymepulsa says:

      mantap nich artikel, sampai-sampai mata saya kelilipan mbaca koment dan jawaban. mo tanya setelah di baca pas mas gama bilang koid jadi kepikiran kalau. ni kalau ya.. sya tu beli RD nah sekian tahun koid jangan sebut ane dach ape ke gtu ya. nah kalau kondisi keadaan begini apakah RD ini ada semacam ahli warisnya.makasih mas gama atas artikelnya. saya aja yg udah 30 keatas jadi pengen RD.

      • gemasatria says:

        Wah itu teknis banget, Bang.. yang saya tau sih nggak ada asuransi untuk meneruskan invest di RD kalau terjadi sesuatu pada investor.

        Soal pastinya bisa tanya ke agen/bank/penjual RD terdekat😀

  171. so far so completed… mantappp… Baca komennya seharian baru selesai… banyak yang di ulang.. salut sama mas gema, sabar bgt…🙂.. mau beli RD juga ah, buat pendidikan anak…
    Bismillah… !

  172. icalroe says:

    Kalau udah ada rekening, trus stiap bulan kta byarx 100rb, udah gitu aja??? Ngga ada biaya tmbahan!

    • cindy wijaya says:

      hallo icalroe salam kenal🙂
      saya cindy wijaya

      untuk invest di reksadana tidak ada kewajiban untuk menyetor tiap bulan nya,, ibarat menabung di bank, bisa disetor gede di awal untuk didiamkan atau menyetor secara berkala tiap berapa saat sekali,,
      bahkan ada yg menyediakan fasilitas autodebet, yaitu dana akan secara otomatis dipotong tiap bulannya sebesar permintaan pemilik rekening..

      ada biaya tambahan yg dinamakan Fee pembelian tiap transfer dana, besarnya tergantung kebijakan masing” perusahaan sekuritas.

      kebetulan saya di Panin Asset Management,
      saya bisa menjelaskan secara rinci mengenai reksa dana
      apabila berminat atau pun mau bertanya-tanya dahulu
      bisa email atau menghubungi saya di

      email : cingcw@yahoo.co.id
      HP: 08197821187

      thx🙂

    • gemasatria says:

      Nggak harus setiap bulan kok mas, tapi lebih baik, iya, setiap bulan. 100 ribu itu minimal. Tentu saja, sekali lagi, akan lebih baik juga kalo jumlahnya ditingkatkan.

  173. rizkimuda says:

    siang mas gema. . .
    stlah membaca artikel ente. . ane bner2 kepikiran tntg RD. . . smpe akhirny ane berani buka RD. . .
    tp syang ane gx buka d commbank kaya ente mas. . . cm ane samain j produk ny
    soalny commbank jauh bngt dr kantor ane. . .
    makasi bnyak mas inspurasi ny. . . semoga RD ane bsa sesuai rencana aminn heheheh

  174. Edukatif banget pak bos. malah ane baru mau gabung di RD. Hari Ini udah di Tahun 2015. Belum terlambat dah

  175. aprishps says:

    Nice artikel👍 bermanfaat bgt nih. Saya jadi pingin ikutan, tapi belum cukup umur, belum punya ktp, belum punya penghasilan juga. Haha semoga aja dalam waktu dekat bisa diterima di Itb dan bisa berpenghasilan. /Lho

  176. agus says:

    Dear Bro Gema,

    Artikelnya super bgt, kebetulan saya tertarik dengan sdi, apa bisa saya beli lewat bank mandiri ya? Terimakasih banyak mas bro….

  177. ando khrisnamukti says:

    Bro gema klo aplikasi bloomberg yg buat membandingkan tu yg mana ya ? Yg bloomberg profesional kah ? Soalnya banyak pilihan aplikasinya. Thx infonya keren buat belajar sebelom gw bka RD

    • gemasatria says:

      Browsing di websitenya aja Bro Ando, kalo dari aplikasi bisa sih tapi kayaknya ga enak deh dibacanya buat pemula. Rungsing gitu. Terus boros batre juga tuh.

      Terimakasih!😉

  178. purba says:

    postingan yang bagus mas…sangat menginspirasi.
    mw bergabung sih tp masih bingung,mulai dari mana,prosesnya kmna,bulanannya kmna. bahkan di tempat saya cm ada BRI britama,maklum mas saya tinggal di daerah pedalaman,commbank tidak ada,bagaimana sy bergabung…jarak tempuh dari daerah ke kota Medan/ Pk Baru sekitar 12 jam perjalanan. apa bisa sy mas bergabung,semuanya melalui online??? tanpa harus tatap muka dengan penyedia. mohon mas pencerahannya. trimakasi sblmnya.

  179. teguh says:

    thanks penjelasannya pak, sangat bermanfaat sekali utk saya yang mau cobain RD. cuma masih bingung nentuin produk RD yang mau sy beli, soanya takut keliru. rencana mau beli RD campuran, tapi produk yang mana yang berprospek. apakah kalo nanti beli di commonwealth bank si MI akan memberikan tips2 membeli produk reksadana yang menguntungkan kita ? atau malah mereka memberikan tips utk membeli produk yang hanya menguntungkan MI nya sendiri..hehehe.. mohon pencerahannya ya pak. thanks

    • gemasatria says:

      tips yang paling baik adalah MI/Agen penjual/Bank biasanya akan mengarahkan kepada RD yang 1. sesuai dengan tujuan keuangan anda 2. sesuai dengan profil resiko anda

  180. Onedee says:

    Artikelnya mudah dipahami bagi saya yg awam banget, thanks for share..
    Rencana segera invest…

  181. eiz says:

    keren banget blognya kak🙂 senin ini jdi tertarik mw RD juga ada 3 RD yg jdi inceran SDI , BNP Paribas Pesona syariah sama Shroder syariah balance fund. kalo kka gmn perkembangannya skg? minta saran dong. Klo redeem di Comm bank itu brp lama save uang kita baru bebas fee? topup nya juga bebas fee kah ?

    • gemasatria says:

      haha goodluck!

      semua RD mau dimanapun bukanya tergantung dari produknya. ada produk yang 3 hari kerja setelah kita minta dicairkan akan cair. ada yang 1 hari, ada yang 5 hari.

      fee pun masing2 produk ada macem2 ada yang membebankan waktu top up, ada yang waktu redeem/jual. Ada juga yang gratis dengan syarat sudah berapa bulan subscribed.

  182. Riang says:

    Salam Kenal Kak Gema, Saya Riang. Saya tertarik untuk belajar investasi di RD dan ketemulah web ini. Terimakasih atas penjelasannya dan saya jadi lebih mengerti🙂. Yang mau saya tanyakan, bagaimana kalau masih mahasiswa, pasti kan blm bisa mendapatkan npwp. Investasi tanpa npwp apakah bisa? Dan di RD mana?

  183. Agustianto Wijanto says:

    Salam kenal Gema,
    artikelnya bagus banget dan mudah di mengerti…
    saya lagi mau coba RD ini, boleh saran ga ya cara melihat produk RD ini menjanjikan atau tidak?
    kalo boleh tau sekarang RD mas gema apa aja ya?
    terus cara liat RD yang kita taksir di bloomberg gimana ya?

    • gemasatria says:

      Liat dari persenannya aja mas Agus. Dari situ kita bisa dapet bayangan (bayangan aja lho ya), kira2 ke depan akan seperti itu juga walaupun tak jamin demikian. Tapi kira2 taunya ya dari situlah. hehe

  184. Barry says:

    halo Bang Gema Satria!
    Artikel Keren dan menggugah saya untuk segera melaksanakan prosesi reksadana😀

    ane cuma mau bantu jawab aja mengenai NPWP :
    mendaftar NPWP boleh kok bagi mahasiswa, freelancer, maupun pegawai. asal dengan alasan dan kebutuhan yang jelas. semisal ingin melamar kerja, membuka rekening di bank, dan sejenisnya.
    biayanya Gratis, Proses 5-10 menit langsung jadi, tidak bisa diwakilkan alias harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak sendiri dan cukup membawa fotokopi KTP.😀

    bila dalam tahun berjalan ybs belum memiliki penghasilan, ybs tidak perlu membayar pajak. hanya saja cukup melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dengan mengisi formulir SPT yang bisa diunduh di pajak.go.id atau datang ke KPP Terdekat. jadi ada perbedaan antara Pelaporan dan Pembayaran Pajak yaa🙂😀

    Kebetulan ane bekerja di Instansi tsb. semoga dapat membantu.

  185. rizky says:

    saya mahasiswa 22 tahun uda beberapa bulan mempelajari reksadana
    mungkin bulan depan mau meluncur langsung cuma saya bingung apa di di Commbank tidak rugi?terutama diharuskan invest tiap bulan 100 ribu ya?
    itu autoinvest setahun doang atau gimana?
    rencana mau mulai tp masih bingung mau reksdana yang mana

    disatu sisi ada ipotfund,com
    disitu dengan 100 ribu kita uda bisa mulai reksdana dan tidak ada fee jual beli loh
    btw ente ada kenaikan berapa persen nih uda bertahun2?hehe

    • gemasatria says:

      Mau dimana saja sama aja kok. Kayak saya bilang bank (dalam contoh saya CommBank) itu hanya supermarket aja, tapi harga eskrim magnum mau di sini ama disitu harganya sama aja.

      iya boleh aja disana sok mangga hehe sebagai investor yang penting hati aman nyaman dan tentram hehe..😉

    • gemasatria says:

      Oiya dan 100ribu per bulan itu tidak wajib. Saya tahun2 pertama malah kalo pas ada rejeki aja masukin ke RD. Kalo lagi ngga ada duit ya sarapan pake susu bubuk aja di kosan :p

      ini saya udah kerja pake fitur autodebet itu biar kepaksa disiplin nabung aja.

      • denik says:

        Pak gemas saya masi newbie… cara daftar k bank/mi bisa k bersangkutan langsung….
        Nah pertanyaan saya itu klo yg d bilang kita setor 100 rb… nanti implementasinya langung d belikan rd itu secara otomatis atau kita bilang lg mau beli…? Klo mw jual kan kita pasti lapori mw jual atau ad cara simpel yg d lakukan dri agent/mi… ?

        • gemasatria says:

          Kalau mau beli RD kita harus tau dulu produk mana yang mau kita beli itu. Jadi riset2 atau googling aja kecil2an ranking produk reksadana.. dst..

          kalo udah mantap, catet namanya. dan pas mau beli, bilang sama mbaknya “mbak saya mau beli ini”, kasih 100ribunya pasti dibeliin Produk RD itu. Ngga dibeliin eskrim kok sama mbaknya hehe

          goodluck!

  186. mustova says:

    Kalo beli reksadana 100rb APA seterusnya Kita setor ke reksadana 100rb tiap balanya?pa gmana?

  187. Raka says:

    Mas Gema Satria, saya mau nanya banyak ttg reksadana ini nih. bsa mnta email ?
    hhe

  188. rina apriani says:

    Salam knl🙂
    Aku tertarik pengen invest RD krn modalny cukup terjangkau. Sdh cari2 info tp kurang ngeh maklum lemot hehe
    Aku tinggal d bengkulu, kota kecil yg mungkin susah cari info lngsung ttg RD. Td kubaca bank mandiri punya fasilitas invest RD ya? Bs dijelaskn sdikit ga yg mandir?🙂

  189. Willie says:

    Klo IHSG lagi ambruk seperti sekarang kira2 mas gema juga ikutan reddem ngga…? Apa ya resepnya supaya “tabah hati” ketika IHSG lagi jutek spt ini…?

  190. fatur says:

    udah 2 tahun, kira2 sudah dapat untung berapa % mas?
    saya sedang mempelajari tentang invest RD. saya liat di kaskus ada yang menjual RD MNC, saya minat tapi masih ragu untuk melakukan investasinya. Saya masih belum mengerti tentang keuntungan % nya yg di hitung pertahun.
    setelah baca artikel ini malah tertarik buat buka akun di CommBank.

  191. Ujang says:

    Inspiring pisan euuy Mantaap!..btw,mao nanya oom, mending trading sendiri, atao pake broker (exp.IPOt), menurut agan gimana?..thx

  192. edi says:

    wah baru pertama ane nemuin blog kaya gni…tak baca semua artikel n pertanyaan ama jawabannya …mksih pencerahannya…yg mau saya tanyakan 1.ketika kita top up artinya uang itu masih ngambang kan gan?? Karena kita blom kasih perintah buat beli produkRD nya??begitu pula saat kita jual ya gan??
    2.rekening CB harus ada saldonya terus donk klo gtu caranya?

    • gemasatria says:

      1. Top up itu sama dengan memerintah mereka untuk nambah duit di RD nya
      2. kalo lagi nggak pengen beli dan lagi nggak ada duit, rekening saya pernah nol tuh. Hahaha Nggak dislengkat kok sama mbak-mbak cantik di bank nya, Nggak. ;p

  193. Firdaus Achmad says:

    mas gema, mau nanya nih, saya baru tau ttg reksadana, dan minat,tapi kepentok di NPWP euy, ane lagi off kerja dulu fokus lanjutin kuliah, tetep bisa bikin npwp tanpa surat keterangan kerja ga ya?

    sama 1 lagi mas, untuk di bank comwelth daftar RD nya dicantumin ga ya? atau kita bisa request RD yang mau kita beli? mohon infonya hehe

    • gemasatria says:

      Bisaa pake NPWP bokap aja.. lampirin KK juga. Dicantumin dong.. Request bisa dilakukan tapi hanya yang ada di etalase mereka aja.. kalo mau yang lain dari itu-itu semua ya musti ke penjual RD yang lain hehe

  194. ardhiari says:

    Bagus bgt kak tulisannya
    Saya mau tanya nih kak, barusan saya liat di infovesta.com, untuk yg reksadana saham rata2 mengalami minus semua, menurut kakak apakah itu waktu yg pas buat melakukan investasi atau gak kak ? Kalau minus gitu, berarti dana kita yg di investasikan bakal berkurang dong ya ?
    Maaf ya kak, masih newbie

    • gemasatria says:

      prinsipnya sih betul, itu waktu yang pas buat masukin duit lagi karena lagi murah. Tapi kalo mau jual pada saat itu ya amsyong juga sih karena duitnya berkurang

  195. Halo kak, saya mau nanya ni, saya kurang ngerti ni dengam reksa dana, saya bener bner butuh bimbingan ni, saya pengen bgt punya reksa dana, soalnya yg saya tw, Rd ini nguntungin, tpi syaa blom begitu ngerti, saya pengen bgt bisa bahagiain kluarga saya, dan syaa bisa beli rumah ataupun mobil dengan uang saya sendiri, kalau bole saya minta kontaknya supaya kakak bisa ajarin saya lebih dalem ? Bole ? Saya masi sma 3 ni, mau lulus , saya pengen bgt punya RD, tlong bantuannya, klo bisa kita personal chat ya kak, makasi banyak kak

  196. Mas Satria, kapan limit saldo di RD bisa dicairkan ? kan klw jual kembali gak bisa langsung sekaligus hehe..

  197. Dita says:

    selamat siang, saya mahasiswa sedang menyusun skripsi. saya diharuskan untuk wawancara dengan investor reksa dana, apakah saya bisa wawancara dengan anda via email? jika berkenan saya akan mengirim pertanyaan wawancara saya.

  198. bllues says:

    mau tanya gan, apakah setiap NAB naik tinggi itu harus dijual atau didiemin dulu aja?

    sama perbedaan kalau, saat nilai NAB tinggi kita jual lalu beli lagi saat NAB rendah dengan NAB tinggi kita antepin terus sampe bertahun2..

    thx gan kalau berkenan menjawab? ane lg invest waktu dulu ni sebelum uang hehe

  199. Inu says:

    Mas kalo kita mau mencairkan uang dari RD caranya gimana? Apakah sama kayak ambil tabungan dari bank? Cuman dari atm gitu?

  200. hallo ka, sori sori nih aku masi new bie banget
    kalau misalkan aku mau ikutan rd panin dana maksima
    pertama nya aku harus dateng ke panin untuk tatap muke atau gmn

  201. wahyu says:

    Mas gema saya tertarik dgn pos ini, kira kira berapa minimal produk yg harus kita beli, trus yang untuk kira kira 5 tahun pilih rd yang mana ya ? kalau boleh tau fb nya mas..soalnya butuh bimbingan, takutnya masih setengah jalan gak ngerti jadi gak di lanjutin,,

    • gemasatria says:

      minimal produk nggak ada jumlah persisnya. Tapi kalo minimal nilai yang dibeli itu tergantung produknya, produk RD sekarang minimal 100ribu juga ada yang bolehin kok.

      kalo 5 tahun masuk RD saham kayanya oke tuh. pokoknya makin lama jangka invest masukin ke yang resikonya lebih tinggi aja kalo gue yah.

  202. Satriyo says:

    Bang gema, cara melihat produk reksa dana dari NAV/UP itu gimana ya? saya berniat beli reksa dana saham.

  203. Dewi says:

    Terima kasih infonya, sungguh beermanfaat🙂
    Saya berencana beli RDS Commonwealth dan makin ngerti setelah baca artikel ini. Setidaknya jadi punya dasar dan bayangan mau apa ^_^

  204. Christine says:

    Permisi ka. Aku baru semester 3 nih, dan tertarik untuk investasi reksadana pasar uang. Setelah aku baca-baca dari berbagai sumber, untuk melakukan investasi RPU itu buka NPWP dan daftarin diri ke bank CommonWealth / bank2 yang terkait.

    Nahh…
    1. Aku mau tanya, biaya pendaftaran ke CommonWeatlthnya itu berapa ya?
    2. Kan kaka kasih link ini : http://www.bareksa.com/id/data/reksadana/daftar cara membaca untuk tahu prospek perusahaan itu bagus/nggak gimana ya? Soalnya ada NAB,Sharpe Ratio, dll.
    3.Selain Common Wealth, Bank apa yang bagus yang menyediakan perusahaan2 yang bagus untuk kita berinvestasi?

    Terimakasih

    • gemasatria says:

      0. npwp bisa nebeng sama bokap/nyokap disertai KK kalo mau daftar2 sekarang
      1. kaya buka tabungan biasa aja minimal setoran entah berapa hehe bukan marketing commbank sih
      2. coba cari yang namanya prospektus, biasanya file pdf bentuknya. atau fund fact sheet aja, pdf juga.
      3. bank terdekatmu aja sama aja kok hehe

      goodluck!

  205. Sarifudin says:

    Halo mas satria.sy mau tau,uang yg sdh d invest kn d RD..misalkn mau ambil gmn cara nya…mhon jawabn nya

  206. anggimf says:

    sayabmau tnya2 reksadana saham itu hrus pnjang 5-10 thn?setorannya?

    sya tetrik y yg jangga 1 thun sja, itu apa?dan pak, boleh mintnta pin/email y.. byk yg ingin sya tanyakan . anggimulyanafauji@gmail.com

    • roni says:

      Salam kenal mas gamma artikelnya mantApz bagi siapa yang mau berbagi ilmu insyallah ilmunya org tersebut akan di pebanyak amien trims sukses selalu untuk semua

  207. rifkaa says:

    mas aku masih awam bgt soal invest gini,, gimana ya cara dpt penjelasan lbh detail lg soal cara mainnya?

    • gemasatria says:

      hmmm gimana ya, ada kayanya sesi-sesi informasi soal ini mbak rifkaa, atau coba deh datengin Mandiri Sekuritas, atau yang judulnya sekuritas2 gitu, nah terakhir sih gue dapet penjelasan super lengkap jelas itu dari mereka. Goodluck!

  208. siaoyang says:

    Kalo mau invest rd schroders prestasi belunya dimana ya pak?ty

  209. RATIHdian says:

    Reblogged this on RecycLeBinNyaRatih and commented:
    Izin reblog yaa.. Lengkap dan teratur..

  210. M. Tarmizi Taher says:

    mas gema sangat smart sekali, dalam memberikan penjelasan dan jawaban. saya tertarik untuk berdiskusi lebih banyak dengan mas gema. mtarmizitaher@ymail.com tolong email saya, terimaskasih

  211. Seen says:

    Baca artikel ini dan komentar2nya semua, saya merasa sangaaaaaaattt terlambat…😦
    Terlambat ‘mengenal’ reksadana…
    Memang saya terlalu ‘udik’ untuk urusan kaya gini, dan untuk urusan nabung, iman saya terlalu lemah😀 pasti pengen ngambil, dan ngambil lagiiiiii… :3 Pffftttt…

    Pengen ikut yang syari’ah, semoga dalam beberapa bulan bisa segera diwujudkan. Lihat sikon dulu, milah2, dan ngitung2 dulu…heheheee

    really nice info… Thanks Bro Gema🙂

  212. wah artikelnya sangat bermanfaat bagi saya yg masih awam tentang investasi, mas gema mau nanya dong.. klo investasi ORI kan kita bayar sekali setelah kita bisa mendapat hasil setiap bulannya sampai jatuh tempo yang kita inginkan, klo investasi RD itu, kta kan setor/bln selama batas yg kita ingin kan, terus dapat melihat hasilnya perbulan ato pertahun?

  213. Ismartoyo says:

    Mz Gema. Seblumnya sy gx tahu tentang RD ini lma klamaan saya tertarik invest di RD. di dket kost ada Bank BNI Gede trus d belakangnya ada tulisan scuritas. Apakah d bank itu saya bisa beli RD

    • gemasatria says:

      saya duga kuat sih bisa, gausah malu nanya, toh udah tugas mereka ngejelasin. ayo cus ke sana nanya-nanya. Kalo bisa abis itu malah dishare apa kata mereka hehe

  214. Nice Article. Btw, sy mulai RD di Marketplace ReksaDana nih (bareksa.com). Jujur, sepertinya di Bareksa ini lebih simple sih mulai dari urusan buka rekening sampai ngejual RD nya gampaang baget. (Bukan karyawan Bareksa dan bukan bermaksud memuji bareksa). tp mungkin gan gema bisa nyoba disini. Thanks..

  215. rahadyan says:

    salken bang gema, kira” ada ga RD yg autodebet ke rek bank kita trus saya nih maunya sih tiap anak naik smp,sma dan kuliah duit bisa cari sebagian, cairnya bertahap gitu..ada ga yang kek gitu. klo yang diincer jangka waktu 10 tahun berarti lebih baik pilih RD saham ya.

  216. Jimi says:

    Bro, gw mau reksadana yang pertahun bisa menghasilkan 100% dari nilai awal invest gw, kira2 ada ga?Soalnya klo gw itung2 pake kalkulator RD di mbah google rata2 kok dalam 1 thn gw cuman dapet untung 20% doank? Tujuan ane?pengen untung banyak tiap akhir taun.

    Makasi ya… (ngejelasinnya jangan marah2 ya…)

  217. Faidil says:

    mas gema, saya udah lama baca blog ini, tp blm kesampaian untuk ikutin jejak mas. baru besok saya mw buka rekening di CommBank dan coba beli RD, t pertanyaanya, saya buka situs resmi OJK ttg daftar Bank Kustodian ko g ada list CommBank ya mas?
    http://aria.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=bank-kustodian


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s