Barusan nganter bokap buat meeting sama kliennya. Kliennya adalah toko baju muslim gede yg pusatnya di Dipati Ukur, dan terkenal sama brand ambass nya si Astri Ivo itu. Tiba2 di tengah meeting denger sirine, gue pikir lg ada fire drill atau apa. Agak mengerikan sih. Nggak taunya itu bell penanda waktu buat stop kerja dulu karena udah dateng waktu Shalat.

Gw salut sih, sejatinya perusahaan ini bukan jualan kerudung or baju muslim. Perusahaan ini jualan value islam.

Dan, sedikit cerita, bahwa kaya banyak juga perusahaan yg kita kira jualan barang ternyata dia jualan yg lain. Misal McD yang kita kira jualan ayam, sejatinya dia jualan properti. Pehatiin lokasi McD yang selalu ada di perempatan/simpang jalan.

Terus juga Ceres yang sekarang jadi produsen cokelat nomer 1 dunia. Dia bukan jualan cokelat, tapi jualan rak di supermarket. FYI, 80% rak coklat di supermarket tuh dikuasai produk Ceres kek SilvQueen, chicchoc, dsb. Sampe-sampe produsen lain kalo mau beli rak bukan ngomong sama supermarketnya, tapi sama Ceres!

Intinya adalah, kalo kita punya bisnis, penting unuk define value apa sebenernya yang jadi kekuatan bisnis kita. And that will become our arena where we’re playing at. – with Papa

View on Path



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s