Mountain Gear Review: Hi-Tec Bryce II WP

Di dunia naik-naik gunung, gue masih pemula banget. Naik gunung yang bener aja baru dua kali, Prau sama Gede. Sebelum-sebelumnya pake gear lengkap pernah sekali pas pelantikan himpunan ke Cililin, itu bukan gunung sih walaupun mirip.

Persoalannya, waktu naik ke Gunung Prau, Dieng, sebelum berangkat gue dibilangin kalo kesana tuh naik gunung bercanda. Bahkan diceritain temen gue yang liat ada foto cewek gitu ke atas pake flat-shoes. Dan gue percaya. Akhirnya gue kesana pake boat-shoes, tapi karena gue faham akan berhadapan dengan alam, seenggaknya gue juga mempertimbangkan boat-shoes gue itu meskipun looks gaul tapi bawahnya tetep bergerigi dan cukup keras. Mereknya pun cukup terpercaya: Skechers. Meskipun begitu, pas di bawah dan siap-siap mau berangkat, geng naik gunung gue pada ngatain, “Wedeh, Gema anak gaul PVJ. Naik gunung pake sepatu begituan”. He euh, makasih, Guys..

Oktober 2014 kemarin ini, gue diajakin naik gunung sama temen-temen kuliah gue. Karena udah pada kerja tapi pada ingin ngebolang lagi, jadinya pilih yang cuman weekend bisa balik lagi tanpa harus minta cuti ke kantor masing-masing. Jadilah kita ke Gunung Gede. Dan trauma dikatain anak Mall lagi, dan gue khawatir Gunung Gede bakal lebih ekstrim akhirnya gue niatkan buat beli berbagai gear naik gunung. Mulai dari carrier, sleeping bag, headlamp, semua-muanya deh. Tapi sampai H-22 jam berangkat gue belum punya sepatu yang decent. Ada sepatu yang biasa dipake buat olahraga, tapi itu sepatu running juga. Khawatir jebol dipake naik.

Panik? Agak sih. Akhirnya abis pulang kantor, gue minta ditemenin nyokap cari sepatu ke satu toko di Rawamangun yang kayaknya terkenal banget di antara para pendaki. Emang sih tokonya cukup gede, lengkap, dan serba ada.

Gue awalnya mau beli sepatu merek REI, alasannya agak dangkal sih. Gara-garanya pas gue beli semua gear tadi, kan bareng sama sahabat gue Alvian dan Ali. Nah, si Ali beli sepatu REI, yang menurut gue bagus penampakannya. Tampak kini dan nggak bulky banget gitu. Bisa dipake jalan juga sehari-hari (tetep mikirnya buat tetep tampil bagus kalo difoto. Haha). Nah di toko yang gue datengin malam itu, ada pun ukuran 44, ukuran kaki gue. Tapi terlalu pas dan cenderung nggak muat bahkan. Kan bahaya kalo dipake turun nanti kepentok-pentok jempol gue bisa berdarah kan.

Pegawai toko yang gue datengin itu ngebantu dan helpful banget sih. Karena ukurannya nggak ada yang cocok, akhirnya dia saranin untuk pake merek luar: Hi-Tec. Yap, ukurannya sampai kaki gajah gue rasa ada, orang ada sampe ukuran 46-47 kok. Tapi ya ada rupa dan nama, ya ada harga lebih yang harus dibayar.

Penampakan Keseluruhan

Setelah ditunjukin, akhirnya gue pilih Hi-Tec Bryce II Waterproof. Sekali lagi karena gue pemula, gue mikirnya cuman karena gue harus beli sepatu yang tinggi supaya mata kaki gue nggak kebentur, looks good, dan murah.

Bagian bawah sol sepatu + fitur brake

Oke, dari segi look, sepatu ini bagus modelnya/style-nya. Warnanya abu-abu dengan aksen garis jahitan hijau lemon cukup terang. Terlihat mantap. Dan cukup kalem.

Fitur Traction

Dari segi fitur, yang mana nggak terlalu gue perhatikan banget di awal (jangan ditiru ya):

Waterproof (PU Nubuck & Mesh Upper)
-Removable contoured CMEVA foot bed (sol dalam bisa dilepas dan diganti kalau punya yang lebih sesuai)
Steel shank for support and stability
-Durable rubber outsole for traction
-Ada Brake System-nya, kalau jalan di turunan bisa lebih nyaman.
-Tempat tali sepatu paling atas berupa kaitan, bukan lubang. Jadi bisa diikat dua kali. Lebih mantap.

Nah, pas gue beli, yang gue perhatiin cuman satu: yang penting sepatu ini menutup cukup tinggi supaya mata kaki gue terlidungi barangkali nanti jatuh atau tergelincir. Setau gue sepatu gunung itu ada tiga macem: low (ini bentukannya macem-macem tapi beberapa ada yang mirip sepatu running, atau trail-running gitu dengan sol sepatu yang cukup ngegrip), mid (which is jenis sepatu dari si Bryce II ini), dan high (ini lebih ke boots sih).

Harganya waktu gue beli sih 850 ribu. Cukup sok buat seorang pemula kere beli sepatu seharga ini (instead of milih merek-merek lokal yang harganya paling tinggi 600 ribuan). Tapi gue juga memang ingin berinvestasi juga sih supaya gue akan rajin naik gunung.

—-

Berdasarkan baca-baca di berbagai forum naik gunung, dan tips membeli sepatu gunung. Beberapa menyarankan agar gue beli sepatu 1 nomor di atas ukuran yang biasanya. Akhirnya, gue beli lah Bryce II ini dengan ukuran 45. Pas gue coba cukup nyaman sih. Memang ada sisaan di depan jari-jemari kaki, tapi gue pikir nggak terlalu besar, lagipula juga untuk memberi ruang supaya nggak terbentur-bentur ketika turun.

Nah, saat gue pakai ke Gunung Gede, gue rasa permasalahan akhirnya muncul (karena kegedean itu). Kaki jadi sering kesandung-sandung. Mungkin karena ukuran 45 terlalu panjang buat gue sehingga ketika kaki udah ngangkat masih ada bagian sepatu yang terlalu bawah dan nggak sanggup melampaui tanjakan dan bebatuan. Selain itu, gue juga merasa mirip Ronald McDonald (maskot McD) yang kakinya panjang banget. Walaupun pas gue liat-liat foto-foto pas naik gunung itu lagi, nggak gitu-gitu amat juga sih. Tapi dampaknya buat gue adalah gue jadi ngiket sepatu sekenceng-kencengnya supaya nggak terlihat terlalu gemuk dan besar.

Sepatunya mejeng

Dipakai untuk turun ini juga enak, karena ada fitur brake nya jadi kalo pun tergelincir nggak heboh. Oiya, buat yang pernah ke Gede lewat Cibodas pasti tau kan kalo kita mau nggak mau bakal lewatin air terjun panas itu. Nah gue sempet salah injek dan nyelup gitu sepatunya. Ya enggak semuanya sih. Tapi hal itu jadi pembuktian bahwa sepatu ini bener-bener waterproof. Nggak ada sedikitpun air yang rembes ke dalam.

Overall, sepatu ini memberikan impresi positif buat gue. Pun ada kekurangan yang gue sebut tadi itu lebih karena gue pilih ukuran yang kegedean aja. Sisanya gue suka!

Sekarang sih sepatunya udah nggak di tangan gue lagi. Belum ada seminggu yang lalu sepatu ini gue jual ke seseorang yang tinggal di Semarang. Thanks to Kaskus for this. Yah semoga aja sepatu ini bermanfaat. Buat temen-temen yang mau beli sepatu dengan fitur cukup dan budget under 1 juta rupiah. Gue rasa sepatu ini wajib jadi pilihan!

*update 4 Juni 2015*

Baru gue tambahin sekarang padahal udah tau dari lama. Sejak Maret lalu, semua sepatu merek Hi-Tec naik harganya, kalo nggak salah sepatu ini yang tadinya Rp 850 ribu sekarang jadi Rp 1,1 juta. Buat yang berminat sama sepatu ini musti merogoh kocek yang lebih dalam yah! Semangat!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s